Waspada!!! LGBT Dalam Imajinasi Sikecil

imagesNuryani

(Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UNEJ)

Anak-anak indonesia dalam bahaya. Pasalnya tontonan yang selama ini mereka sukai teryata dijadikan sebagi salah satu alat kampaye kaum LGBT yang memgambarkan kehdidupan kaum LGBT agar bisa diterima oleh anak-anak.

Beberapa film kartun yang terindikasi menampikan kisah kehidupan LGBT adalah Doc mcstuffin (Disney junior) yang mengambarkan keluarga lesbian antar ras. Dengan pengisi suara Wanda Syke & Portia De Rossi yang merupakan pasangan lesbian dalam kehidupan nyata.

Loud House (Nickelodeon) yang menampilkan relasi Gay antar ras. Posrcards From buster (PBS) yang mencertitakn pasangan lesbian.

In a Heartbeat (Proyek Klskastarter) yang merupakna kisah antar pencita sesama anak laki-laki. dan yang paling terbaru yaitu rilis pada tahun 2017 adalh beauty & the beast yang terdapat isu bahwa tokoh Lefou adalah Gay.

Selama ini katun adalah tontonan yang tak perlu di khawatir oleh para moms. Namun apa jadinya jika kartun-kartun tersebut menampilkan sebuah adegan LGBT atau memberikan pemahamn bahwa LGBT merupakan keadaan yang normal bagi manusia dewasa.

Apakah para moms akan tetap tenang saja melihat sikecil belajar dengan imajinasi untuk hidup berpasangan dengan sesam jenis?. Tentu harapanya hal ini tidak terjadi.

Akan tetapi bisa saja terjadi jika terus dibiarkan tanpa solusi. Kondisi sini tentu tidak bisa dibiarkan karena akan merusak pemikiran generasi sejak dini. Akan membuat mereka berimajinasi untuk melakukany dikehidupan nyata seperti apa yang mereka tonton.

Melihat hal ini KPI sebagi kepanjangan tangan pemerintah melakukan pengawasan terhadap konten fiml-film yang disuguhkan bagi masyarakat indonesia khusunya anak kecil yang masih butuh pendampingan dan pengawasan.

Namun saat ini regulasi dan pengawasn saja tidak cukup. Karena penyebaran Film-film katrun tersebut dari TV berbayar yang sudah banyak dimiliki oleh keluarga indonesia. Berdasarkan data dari Media Partners Asia, penetrasi TV berbayar di Indonesia tahun 2016 mencapai 10,4 persen.

Persentase ini memang jauh lebih rendah dibanding negara-negara Asia Pasifik lainnya, yaitu sekitar 55 persen. Namun jika bicara soal angka real, di Indonesia pada tahun yang sama telah ada 4.372.000 pelanggan TV berbayar dan diprediksi, pada 2020 pelanggan melonjak sampai 5.674.000(tirto.id.com).

Tentu jumlah yang sagat banyak untuk diawasi oleh KPI saja. Media sekuler hari ini yang tidak mementingkan norma dan agama menjadi sarana yang mendukung untuk menyebarkan berbagai berita.

Pengaruh dan keberdaan media terutama TV yang menampilkan berbagai film memberikan peluang bagi para pengusung LGBT untuk menkampayekan ide mereka. Penyonokng LGBT rela mengeluarkan dana belasan terliyun hanya untuk mengkampayekan ide-ide mereka lewat berbagai hal.

Tujuan mereka adalah jelas ingin memberikan pemahan pada anak-anak bahwa LGBT bukanlah sebuah aib tetapi kenormalan. Hal senada di ungkapkan oleh salah seorang pegisis suara yang juga adalah lesbian dalam kehidupan nyata Dalam HYPERLINK http://”https://www.youtube.com/watch?v=vgCx-UkAKZo” \t “_blank” wawancara dengan GLAAD,.

Lembaga yang mengadvokasi orang-orang LGBT, Sykes mengatakan sangat senang dapat terlibat dalam tayangan ini (yang menampilkan pasangan LBGT) anak-anak saya dapat melihat keluarga yang serupa dengan mereka alami (tirto.id.com) Selain media faham kebebasan adalah dalil yang digunakan oleh kaum LGBT dan pendukungnya untuk merealisasikan ide mereka.

Dengan memberikan tontonan cara hidup kaum LGBT pada anak adalah untuk mengambarkan mereka sejak dini bahwa LBGT itu harus diterima. Ini adalah perusakan generasi baik generasi muslim maupun non muslim yang sangat nyata.

Kita semua harus melindungi anak-anak disekitar kita, bukan hanya anak kita semata tetapi lingkungan kita juga. Karena benteng pertama adalah keluarga dan juga lingkungan sekitar, maka anak-anak harus diberikan pemahaman sejak dini terkait dengan apa yang harus mereka tontonan dan apa yang tidak perlu mereka tonton.

Dan ibu-ibu drumah harus lebih mengotrol dan mengasi berbagi kartun yang buah hati anda saksikan pastikan tonton itu tidak menampilkan hal yang bertentangan dengan agama. Sehingga sikecil tidak berimajinasi untuk hal-hal yang merusak pikiranya.

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa