Wasekjen Demokrat Rifai Darus Pakai Dana Oprasional Ponpes Khafidul Quran & Belum Di Kembalikan, SBY Di Minta Tegur Kadernya 

IMG-20160731-WA0013
Foto : Lokasi Ponpes Khafidul Qura’n

Klikaktifis.com– Dunia senantiasa berubah, pemimpin baru akan menggantikan pemimpin lama, itu akan terus bergulir. Kenyataannya sekarang pemimpin-pemimpin yang lahir hanya sedikit yang mampu untuk membawa perubahan, ada diantara mereka (pemimpin) yang tidak sanggup membawa kebaikan kepada lembaga yang dipimpinnya.

Sebagai contoh utang uang yang di pinjam oleh Suadara M. Rifai Darus (Ketum DPP KNPI/Wasekjend DPP Partai Demokrat ) dari Pondok Pesantren Khafidul Qur’an yang seharusnya dikembalikan untuk keberlangsungan proses belajar mengajar sebagai tanggung jawabnya sampai sekarang tak kunjung diselesaikan. Padahal inilah yang meruntuhkan moralitas, jiwa dan mental sampai pada titik nadhir.

Kepimimpinan yang dimiliki oleh seorang yang sedang memimpin, lalu apa yang bisa diharapkan bangsa ini dari seorang pemimpin seperti itu. Padahal harapan bangsa ini untuk kelangsungannya terletak pada para pemuda dan pemimpinya.

Demikian juga kelangsungan pendidikan di Pesantren Khafidul qur’an, mereka berhak belajar untuk pintar namun karena uangnya dipakai oleh Saudara M. Rifai Darus tidsk segera dikembalikan ahirnya menganggu roda kehidupan kami anak- anak santri dan para pendidiknya.

IMG-20160731-WA0016

Keji sekali orang yang berbuat seperti itu membiarkan banyak orang susah karena ulahnya. Sadarlah sebelum turun bala bencana menimpa orang yang berbuat keji dan mungkar.

Demikian curhatan hati  Ketua Dewan Pembina Pondok Pesantren Khafidul Qur’an Pemalang Jawa Tengah, Hj. Zahindun Alhalim dalam keterangannya beberapa saat lalu di Jakarta, Minggu (31/7/2017)

Dia mengharapkan bantuan pemimpin negeri ini terutama pak SBY selaku Ketua Umum Demokrat agar bisa mengigatkan kadernya Saudara Rifai Darus untuk bisa perduli dengan masalah Pondok Pesantren kami dengan menyelesaikan hutang piutangnya. Kasihan santri-santri calon alim ulama sebagai aset bangsa ini, tegasnya.

Sebelumnya di ketahui, santri ponpes asal Pemalang Jawa Tengah ini pada bulan Ramadhan tahun ini pernah menggeruduk DPP Partai Demokrat untuk mengadukan persoalannya pada pada pimpinan Demokrat dimana Rifai Darus sebagai kader disana.

Hj. Zahindun meminta saudara Rifai dan istrinya jangan seolah amnesia dengan hutangnya pada Pesantren kami. Semakin kami diam semakin dilupakan,. Kami hanya menuntut hak kami, yang sudah membantu kalian. Jika tidak di bayar sadarlah jangan jahat, jangan jadi orang zalim sama orang yang sudah membantu, tandasnya.

Dia menambahkan, pemimpin yang benar dan top itu adalah tercermin mampu membuat contoh pada generasi yang bertanggung jawab, generasi yang jujur, bukan generasi pembohong, bukan generasi yang tipu tipu, apalagi pinjam uang pesantren tidak dikembalikkan.

Itu namanya pemimpin memberikan contoh tidak baik dengan memperdaya kesulitan hidup pesantren, karena korbanya adalah santri-ssntri, penerus para alim ulama calon pemimpin yang akan membela agamanya dan bangsa,dimana moral pemimpin seperti itu?

“Apakah layak untuk di jadikan panutan pemimpin seperti itu, kasihanya generasi bangsa ini, kedepan mau jadi apa, kalau kita seperti itu lalu dimana bangganya jadi pemuda Indonesia kalau tingkah lakunya seperti itu”, pungkasnya sedih.****

 

 

 

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa