Wah, Pertamina Serobot Tanah Warga Kranci Ciputat

images-16Klikaktifis.com – Sengketa lahan antara Pihak Ahli Waris yang bernama R. En En Ariyanty Sulaiman yang merupakan salah satu Dewan Penasehat Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW HIMMAH) Provinsi Banten, dengan Pihak  PT. Pertaminan (Persero) yang sampai saat ini belum menemukan titik temu.

Hal ini disampaikan aktifis Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) A. Hasibuan, Sabtu  (24/09/2016)

Hasibuan menjelaskan, pihak Ahli Waris bahwa Tanah yang seluas lebih kurang 10 Hektare yang beralamat di Podok Ranji Ciputat Timur merupakan Milik Ahli Waris  dengan sertifikat hak milik No. 462, GS No. 2682/74 luas 5.510 M², M.4464 GS no. 2684/74 luas 2135 M². dan M 465 GS no. 2685/74 luas 9000 M².

Dan pihak Ahli Waris telah mengirim surat pemblokiran dan penundaan perpanjangan SHGB 692/Pondok Ranji atas nama PT. Pertaminan (Persero) .

Berikut Isi surat Pemblokiran SHGB atas nama PT. Pertramina.

Yang bertanda Tangan dibawah ini

Nama   : R. En En Ariyanty Sulaiman

Alamat : Villa Bintaro Indah blok C 17 No .     3 Kelurahan Jombang, Kecamatan    Ciputat, Kabupaten Tanggerang Selatan

Bertindak selaku Ahli waris dari keluarga Sulaiman Wangsadilaga dan khusus bertindak atas kuasa ahli waris  enda Pemilik Sertifikat Hak Milik no. 462, GS No. 2682/74 luas 5.510 M², M.464 GS no. 2684/74 luas 2135 M², dan M 465 GS no. 2685/74 luas 9000 M²

Bersama ini kami sampaikan permohonan pemblokiran dan penundaan perpanjangan SHGB 692/Pondok Ranji atas nama Pertaminan dimana atas SHGB tersebut terbit diatas lokasi yang sama denagan SHM nomor 462, 464 dan 465 atas nama Enda.”

Dari keterrangan Ahli Waris dan isi surat Pemblokiran SHGU Pertaminan dan telah diterima Piohak BPN Pada Tanggal 09/09/16, maka sangat Jelas kalau Pihak Pertamina Ingin menyerobot tanah milik warga.

Sehingga berkali kali Pihak pertamina ingin menerobos masuk kelahan tersebut dengan membawa aparat BRIMOB berseragam dan bersenjata lengkap. akan tetapi masih terhalang oleh Ormas dan Organisasi Mahasiswa yang dpercaya Ahli Waris untuk menjaga tanah tersebut termasuk salah satunya adalah Himpuanan Mahsiswa Al Washliyah (HIMMAH).

Kata Hasibuan, saya merupakan Koordinator Himpunan Mahsiswa Al Washliyah (HIMMAH) yang menyaksikan langsung pihak Pertaminan dengan di kawal Puluhan Brimob, 13 diataranaya menyandang senajata laras panjang yang berusaha masuk kelokasi lahan tersebut.

Pertamina sengaja menggertak ahli waris agar mereka dapat menguasai Fisik lahan tersebut dan mereka dapat dengan mudah menguasainya tampa perlawanan ahli waris. tetapi sampai sat ini mereka tidak dapat masuk ke lokasi tersebut, ungkapnya.

Dia menambahkan, apakah mungkin ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh oknum pertamina ? sehingga mereka ngotot ingin menguasai tanah tersebut.

Untuk itu sambungnya, Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP-HIMMAH) akan segera menurunkan massa untuk menggruduk kantor Kementerian BUMN dan Pertamina agar apa yang menjadi hak ahli waris agar diklembalikan.

PP-HIMMAH juga akan menurunkan Massa didepan gedung KPK RI untuk mendesak Komisi Pemberantasa Korupsi agar turun tangan dalam  kasus ini karena diduga ada indikasi korupsi yang dilakukan oknum Perusahaan milik BUMN terhadap sengketa tanah tersebut sampai saat ini belum selesai. Demikian Hasibuan. ****

One Comment - Write a Comment

  1. Kenapa tidak melaporkan kasus sengketa tanah tsb ke kepolisian?
    Karena preman yang jaga tanah tsb meresahkan warga & orang yang melintas, mobil saya dilecetkan tidak bayar parkir saat menjemput anak saya disekolah

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa