Tembak Mati Pelaku Narkoba, Azis Di Juluki ‘Duterte’ nya Indonesia

unnamed (2)

Klikaktifis.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis tidak takut dituduh melanggar HAM saat anggotanya menembak mati para pelaku kasus narkoba.

Menurut Idham, polisi bertugas untuk mengungkap setiap peredaran narkoba dan memberikan hukuman tegas bagi para pelakunya.

“‎Tidak perlu (takut) harus melanggar HAM. Kita kan punya prosedur dalam tindakan. Sepanjang terukur dan sesuai prosedur, itu kita tak perlu ragu,” tegas Idham di Balai Pertemuan Metro Jaya, Selasa (8/8).

Suksesor Irjen M. Iriawan di Polda Metro Jaya (PMJ) itu menambahkan, narkoba sudah menjadi kejahatan extra ordinary crime. Sehingga penindakannya pun harus dilakukan dengan ‘extra ordinary’ juga.

“(Kasus narkoba) Kejahatan yang bisa merusak kita. Sehingga tak boleh ada WNA yang coba-coba meracuni generasi kita dengan cara membawa atau memasukkan narkoba,” terang alumni Akpol 1988 itu.

Bahkan, mantan Kadiv Propam Polri tersebut tidak segan-segan mengganti anak buahnya, meski menjabat Kepala Satuan (Kasat) Resnarkoba. Khususnya, jika tidak berani bertindak tegas untuk kasus narkoba.

‎”Bagi saya dan jajaran PMJ akan menindak tegas, seperti itu. Kalau misalnya para Kasat Serse (Narkoba) juga tak melakukan tindakan tegas, saya ganti,” tegas teman Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat operasi Tinombala itu.

‎Seperti diketahui, Idham Azis ‘menghalalkan’ jajarannya untuk menembak mati bandar narkoba yang berani mengedarkan barang haramnya di wilayah hukum PMJ.

Menurut Idham, sudah menjadi ‘tugas’ dirinya mengirimkan para bandar itu ke Tuhan.

Seperti di ketahui sikap keras pernyataan perang Kapolda ini banyak kalangan menilai seperti Presiden Duterte dari Philiphina sehingga Kapolda Azis di juluki Dutertenya Indonesia. (rmol/mars)

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa