Tax Amnesty Jokowi Mirip Preman Pasar

 

Salamudin 20160720_082531

Klikaktifis.com – Rencana Tax amnesty di Indonesia adalah rencana lama, sekitar 10 tahun yang lalu. Rencana ini baru terealisasi pada era pemerintahan Jokowi.

Namun, tax amnesty Jokowi ini berbeda dengan rencana sebelumnya. Tax amnesty dalam konteks Indonesia awalnya dimaksudkan untuk memperbaiki kepatuhan pembayar pajak sekaligus menggairahkan ekonomi dengan menghapus pajak pajak pada sektor tertentu.Demikian ujar, Salamuddin Daeng, Pusat Kajian Ekonomi Politik UBK dalam perbincangan dengan redaksi, Sabtu (23/7)

“Meskipun kala itu IMF tetap mengingatkan resiko yang mungkin dihadapi Indonesia jika memberlakukan tax amnesty tersebut”, tegasnya.

Menurut Daeng, dalam dokumen Consultative Group Meeting, dan Statement Daniel Citrin, Deputy Director, Asia and Pacific Department, IMF, January 20, 2005, menyatakan, dalam konteks tax amnesty Indonesia, salah satu risiko yang kita lihat dengan situasi anggaran adalah kemungkinan kerugian pendapatan selama jangka menengah merupakan hal perlu dipertimbangkan.

Amnesti pajak dapat mencegah kepatuhan pajak dan hal tersebut harus dihindari. Jika pemerintah ingin melanjutkan kebijakan tersebut, akan menjadi penting untuk pertama kali memperkuat administrasi perpajakan untuk meminimalkan efek yang tidak diinginkan terhadap kepatuhan pembayar pajak

Pengalaman lainnya dalam konteks tax amnesty di Brazil Pada tahun 2009, otoritas pajak setempat menerapkan program tax amnesty sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi, ungkapnya.

Daeng menambahkan, 8 Dari akhir tahun 2011 dan seterusnya, mereka memperkenalkan beberapa langkah pajak untuk mendukung kegiatan ekonomi. Kebijakan tax amnesty meliputi keringanan pajak gaji untuk industri yang tertentu seperti, penghapusan pajak bahan bakar, bantuan biaya energi untuk industri, bantuan untuk konsumen, pemotongan pajak konsumsi lainnya. (sumber ;IMF 2013). Tax amnesty dibangun untuk mengatasi pelemahan ekonomi.

Namun berbeda dengan pertimbangan IMF, maupun tax amnesty di Brasil, pemerintahan Jokowi justru mengrapkan peningkatan pendapatan dalam jangka pendek dan jangka panjang dari tax amnesty.

Kata Daeng, Jokowi memandang tax amnesty semata mata untuk memalak pajak. Alam pikiran pemerintahan Jokowi adalah mencari uang untuk APBN. “Tipikal tax amnesti Jokowi gaya preman pajar yang tujuannya pemalakan bukan perbaikan ekonomi”, pungkas tokoh muda asal NTB ini.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa