Solidaritas KAMMI. Karman BM : Kritik Atas Kinerja Penguasa Sangat Di Perlukan

IMG-20170526-WA0011Klikaktifis.com – Apa yang telah di sampaikan dalam jumpa pers kawan- kawan dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Untuk Keadilan hari ini adalah bentuk solidaritas sesama mahasiswa dan pemuda kepada kawan-kawan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Evaluasi jalannya pemerintahan, kritik atas kinerja penguasa itu sangat diperlukan dan penting sebagai buah dari gerakan reformasi 98 yang telah di perjuangkan oleh para mahasiswa dengan keringat dan darah, ujar Karman BM Ketua Umum Pimpinan pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) dalam jumpa pers Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Untuk Keadilan di Jakarta, Jumat (26/05).

Di ketahui Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Untuk Keadilan ini terdiri dari beberapa Organisasi mahasiswa dan pemuda tingkat nasional.

Nampak hadir dalam jumpa pers ini, Mulyadi P Tamsir (Ketum PB HMI), Taufan Putrev Korompot (Ketum DPP IMM), Karman BM (Ketum PP GPII), M. Sabilly (Ketum PEMUDA MUSLIMIN).

Kemudian Nizar Ahmad Saputra (Ketum HIMA PERSIS), Kana Kurniawan (Ketum HIMA PUI), Aminullah Siagian (Ketum HIMMAH AL-WASLIYAH), Azizi Rais (Ketum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia), Kartika Nur Rachman (Ketum PP KAMMI).

Karman menambahkan, apa yang dialami oleh para mahasiswa dari KAMMI, kami tidak bisa menerima perlakuan itu.

“Kami mendesak aparat memperlakukan mahasiswa dengan baik, tindakan yang proporsional dalam penanganan aksi dan terukur sehingga tidak timbul kesan penanganan yang pilih kasih dengan kelompol masyarakat yang lain”, tegas tokoh muda asal lombok NTB ini.

Kata Karman, Kekuasaan itu bisa berjalan semena-mena dan otoriter maka kami harus terus hadir melakukan kritik dan kontrol terhadap pemerintahan ini.

“Pemuda dan mahasiswa harus terus bergerak melakukan kritik dan peringatan terhadap pemerintah di tengah oase kekosongan peran-peran kontrol itu karena sebagian besar elah masuk dalam lingkungan kekuasaan”, pungkas Karman.

Seperti di ketahui mahasiswa dari KAMMI melakukan aksi di depan istana negara pada Rabu 24 Mei 2017 kemarin lusa. Mereka membawa tuntutan antara lain tuntaskan kasus BLBI, e-KTP, Century.

Kemudian mendesak Presiden Jokowi copot Jaksa Agung M. Prasetyo yang partisan. Polisi kemudian membubarkan paksa aksi mahasiswa sehingga terjadi bentrokan dan menyebabkan seorang mahasiswa yerluka dengan 4 luka jahitan di kepala.

Sedangkan menurut KAMMI, aksi kelompok lain bisa sampai tengah malam sedangkan pihaknya begitu jam 18.00 WIB langsung di bubarkan dengan kekerasan.****

 

 

 

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa