SOKSI ; Pernyataan AKOM di KNPI Bertentangan Dengan Posisi Politik Golkar. 

images-60Klikaktifis.com – Pernyataan Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) di forum ‘KNPI versi Darus” yang “mendiskreditkan KNPI hasil KLB” sebagaimana diberitakan berbagai media, sangat tidak pantas sebagai Kader dan tokoh Partai Golkar.

Akom secara terang-terangan menunjukkan ‘berlawanan’ dengan posisi Partai Golkar selaku pendukung Pemerintah, sebab semestinya Akom yang Ketua DPR RI pasti mengetahui bahwa Pemerintah hanya mengakui KNPI hasil KLB dan memiliki SK Menkumham serta Rakernasnya-pun baru-baru ini sangat jelas diresmikan oleh Menkopolhukkam RI mewakili Presiden RI yang dihadiri pula oleh Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Karena itu reaksi para Pimpinan OKP yang berhimpun di KNPI dan sikap Ketua Bid Pemuda/ Ketua Umum AMPG  Fadh Elfouz yang meminta agar Partai Golkar menggantikan Akom sebagai kader Golkar di jabatan Ketua DPR dapat dipahami.

Sebab semestinyalah setiap kader apalagi pada posisi di DPR mesti satu visi missi dan sejalan serta konsisten dengan garis politik Partai dibawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Demikian di sampaikan Plt. Ketua Umum Depinas SOKSI Ali Wongso dalam siaran persnya yang di terima redaksi beberapa saat lalu, Sabtu (25/6)

Menurut Ali, perilaku politik Akom di KNPI tersebut dapat ditafsirkan ekspresi  yang ‘berlawanan’ dengan sikap politik Ketua Umum Partai Golkar yang seharusnya tidak boleh terjadi. Seorang Ketua DPR atau posisi apapun di DPR yang berasal dari Fraksi Partai Golkar mutlak hukumnya sejalan dgn kebijakan dan posisi politik Partai Golkar.

Sebagai Ketua DPR ia tak lepas dari keberadaan nya selaku kader Golkar dan wajib atau harus mampu mengekpresikan dirinya sebagai politisi Golkar negarawan yang konsisten pada koridor  garis partainya, tegasnya.

Karena itu tambah Ali, sikap dan perilaku Akom sebagai Ketua DPR di KNPI tersebut adalah fatal jika sampai pernyataan-pernyataannya bertentangan dengan Ketum DPP P.Golkar dan kebijakan Partai Golkar.

“Jika Akom secara sadar melakukan itu dan merasa dirinya benar maka berarti Akom ‘menantang’ dengan bertentangan pada garis Partai, maka secara tak langsung sama artinya dengan Akom meminta ‘mundur’ jika dia berjiwa besar”, pungkas Ali yang juga menjabat ketua DPP Golkar ini.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa