Sofyan Baasir Orang Salah Di Tempat Salah

Ferdinand 20160725_095858

Klikaktifis.com -Dari awal penunjukan Sofyan Baasir menjadi Dirut PLN sudah menuai kontroversi saat menjadi pilihan Mentri BUMN untuk menahkodai PLN. Melihat latar belakang Sofyan Baasir yang seorang bankir yang justru sangat buta tentang kelistrikan memunculkan banyak pertanyaan  terutama dari  kalangan praktisi dan pengamat dibidang ini.

Tapi pemerintah dengan percaya diri tinggi meyakini bahwa Sofyan Baasir akan mampu mengangkat PLN terbang tinggi. Meski itu sangat terlihat seperti mimpi disiang bolong karena ini pilihan salah, orang yang salah ditempat yang salah. Demikian kata Ferdinand Hutahaean, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia dalam perbincangan dengan redaksi di Jakarta, Senin (25/7)

Menurut dia, Penunjukan Sofyan Baasir sejak awal kita curigai akan membawa PLN kepada rejim pasar bebas dan mengabaikan prinsip dasar PLN adalah BUMN yang mengemban amanah konstitusi yaitu menguasai cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Sofyan Baasir kita curigai akan membawa PLN menjadi BUMN yang mengejar keuntungan dengan mengabaikan prinsip pelayanan publik”, tegasnya.

Kata Ferdinand, sudah hampir 2 tahun pemerintahan Jokowi berlangsung, hampir 2 tahun pula program besar Jokowi membangun listrik sebesar 35.000 MW atau 35 GW. PLN sebagai ujung tombak eksekutor kebijakan ini terlihat gamang dan tidak punya road map terukur bagaimana mensukseskan program 35 GW tersebut.

Hal inipun membuat kementrian ESDM meradang dan sempat menarik program 35 GW ini dari PLN karena terlihat tanda-tanda akan gagal. Kegagalan program ini nanti akan menjadi kegagalan pemerintah bukan kegagalan PLN atau Sofyan Baasir, tandasnya.

“Yang akan dicap gagal itu pemerintah, yang gagal itu Jokowi, bukan Sofyan Baasir. Jadi untuk apa pemerintah mempertahankan Sofyan Baasir yang tidak paham listrik dan tidak bisa menyusun road map terukur menyelesaikan 35 GW”, ungkapny.

Ferdinand mendesak, Ini harus dijawab Mentri BUMN. Jangan-jangan ini sengaja untuk mensabotase program Jokowi. Presiden harus hati-hati terhadap intrik politik, terlebih Sofyan Baasir ini adalah orang dari rejim masa lalu yang kini gemar mengkritik rejim Jokowi.

Jokowi harus segera mengevaluasi pelaksanaan listrik 35 GW, sampai hari ini tidak jelas arah program ini dan tidak pernah dibuka ke publik berapa MW yang sudah mulai dibangun. Kenapa PLN terlihat sangat tertutup? Apa yang ditutupi?

Bukankah program ini harus dipublikasi agar rakyat tau capaian kinerja pemerintah? Ada yang aneh memang dari Dirut PLN ini. Bahkan kabarnya jajaran direksi yang lain juga kurang senang dan dilarang bicara. Ini arogansi dan otoriter namanya, tandasnya.

Padahal dari jajaran direksi yang lain sambung dia, banyak yang lebih mampu dari Sofyan Baasir. “Banyak yang lebih paham tentang seluk beluk pembangunan listrik. Sebaiknya Sofyan Baasir segera dicopot dan diganti karena yang bersangkutan adalah orang yang salah ditempat yang salah”, tutupnya.****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa