Soal Rohingya, KOPMA GPII Akan Duduki Kedutaan Myanmar

IMG-20170902-WA0001Klikaktifis.com – “Tindakan Militer Myanmar yang dengan sengaja melakukan genosida kepada muslim Rohingya yang di dukung milisi dan pendeta Budha sudah sangat keterlaluan dan menginjak – injak nilai kemanusian universal yang di yakini semua ummat manusia di dunia intenasional”, ujar M. Zulfikar Fauzy, Panglima Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (KOPMA GPII) dalam perbincangan dengan redaksi, Sabtu (02/09/2017).

Menurut Mat Peci panggilan akrab Zulfikar, tindakan Militer Myanmar ini di dukung oleh penguasa dari partai penguasa Aung San Suu Kyi dengan sikap diamnya atas pembantaian Muslim Rohingya selama ini.

“Sungguh biadab, seorang penerima nobel perdamaian internasional karena perjuangan atas nama kemanusiaan  jadi diam seribu bahasa ketika kekerasan dan pembunuhan terjadi justru saat Suu Kyi memegang kekuasaan di negaranya sendiri”, tegas Mat Peci.

IMG-20170902-WA0003

Sejak kejadian terakhir Militer Myanmar menyerbu desa-desa di provinsi Rakhine akhir Agustus lalu, kami (Kopma GPII) sudah berkoordinasi dengan seluruh anggota pasukan kami di seluruh Indonesia, mulai hari Senen pekan depan mereka mulai bergerak ke Jakarta.

“Kami akan duduki Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta jika sampai pekan depan mereka belum juga menutup seluruh aktifitas kantornya. Kita tak boleh mentolerir negara teror seperti ini hidup di negara Pancasila ini”, seru Mat Peci.

“Presiden Jokowi sebagai Pemimpin ASEAN saat ini juga harus berani mengambil sikap tegas bersama negara-negara ASEAN lainnya. Segera ambil langkah-langkah darurat dalam tempo sesingkat-singkatnya untuk memhentikan teror Myanmar kepada rakyatnya sendiri Muslim Rohingya”, pungkas pria asal Betawi ini.

IMG-20170902-WA0004

Seperti di ketahui, Hampir 400 orang tewas dalam pertempuran di Myanmar barat laut selama sepekan dimana Militer menyerbu desa-desa di provinsi Rakhine, kata data resmi terkini, menjadikan kekerasan paling mematikan terhadap Rohingya di negara tersebut dalam beberapa dasawarsa belakangan.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa