Skandal Korupsi Batik, Bupati Nganjuk Terima 500 Juta

images-3

Klikaktifis.com – Sidang perdana kasus pengadaan seragam batik senilai 6M lebih akhirnya di gelar kamis (8/9)  di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Sidang dengan terdakwa Sekda Pemda Nganjuk Non aktif Masduqi akhirnya menguak sejumlah teka teki atas dugaan keterlibatan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman yang menerima Rp 500 Juta.

Dalam persidangan seperti terungkap melalui pembacaan dakwaan yang diajukan  jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk nomor perkara 166/Pid.Sus/TPK/2016/PN.SBY.

Penjelasan atas serangkaian kejadian secara gamblang mengungkapkan bahwa tidak adanya peran aktif terdakwa untuk  mengorganisir perbuatan pidana yang didakwakan kepadanya.

Dalam keteranganya Jaksa justru menyebut pihak yang berinisiatif melakukan pengadaan kain batik pada APBD Tahun 2015 adalah Bupati Nganjuk Taufiqurahman.

Lebih lanjut dalam dakwaanya menyebutkan, Bupati Nganjuk selaku pengelola anggaran melakukan kontak melalui saluran telepon memerintahkan Bambang Eko Suharto dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bappeda  sekaligus sebagai Sekretaris TPAD untuk menyisipkan/memasukkan anggaran belanja kain batik ke dalam APBD 2015.

Berdasarkan perintah orang nomor satu di Nganjuk tersebut  oleh Bambang Eko di teruskan kepada Masduqi dalam kapasitasnya sebagai Ketua TPAD, selanjutnya juga di sampaikan kepada Mukhasanah yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DP2KAD) Nganjuk.

Selanjutnya Masduqi sebagai terdakwa bersama Bambang Eko menyisipkan anggaran belanja seragam  batik sebesar Rp 6.2 M ke dalam APBD 2015, yang telah di sahkan DPRD Kab Nganjuk.

Selanjutnya keterlibatan Dirut PT Delta Inti Sejahtera Sunartoyo dalam perannya sebagai pihak yang melakukan/mengerjakan pengadaan kain seragam batik dengan menggunakan uang pinjaman sebesar Rp.500Juta kepada Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dan Masduqi yang pada saat itu sebagai Sekda sebesar Rp.20 Juta dengan motif agar mendapatkan proyek pengadaan.

Dan benar adanya, akhirnya Sunartoyo lah sebagai pemenang tender pengadaan seragam batik jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Berdasarkan keterangan JPU, dari nilai kontrak sebesar Rp 6.050.759.000, sekitar Rp 3,286 miliar menjadi bancakan rekanan dan sejumlah pejabat, yaitu Sunartoyo Cs Rp 2,76 miliar, Bupati Taufiqurahman Rp 500 juta dan terdakwa Masduqi Rp 20 juta.

Secara terpisah kuasa hukum terdakwa, Mursid Murdiantoro SH mengatakan siap membuktikan bahwa kliennya hanya sebagai korban.

“ Kami siap membuktikan terkait aliran dana Rp 20 Juta pada sidang berikutnya” jelasnya sambil memastikan akan membeberkan sejumlah bukti kuat lainya dalam persidangan.

Sebelumnya Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk Anwar Risa Zakaria
menyebutkan jika dalam perkembangannya dalam  tahap persidangan ditemukan bukti yang cukup mengarah kepada keterlibatan pihak lain,menurutnya kemungkinan itu bisa saja terjadi.

” Kemungkinan ke arah sana bisa saja”,  ungkap Anwar.

Source : jatim.co

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa