Setelah Khianati Yusril, Kini Saling Tuding Agar Dapat Simpati

images-19Teddy Gusnaidi

Setelah mereka semua bersepakat menggusur calon kuat yaitu Prof. Yusril Ihza Mahendra, kini mereka berebutan untuk dapatkan suara pendukung Yusril

Mereka tau suara Pendukung Prof. Yusril di DKI Mayoritas sebanding dengan Ahok. Inilah yang sekarang mereka perebutkan.

Silahkan baca ini, seolah-olah Cikeas mengusulkan Nama Prof. Yusrilihza_Mhd tapi pihak Prabowo menolak dengan banyak alasan. Heroik ya.

Ini beritanya, “Syarief Hasan Beberkan Alasan Parpol-parpol Tolak Yusril Jadi Cagub DKI Jakarta” https://t.co/QQmINgEJda

Lalu baca ini, kubu Prabowo menuding kubu SBY sudah dari awal mengusung Agus Yudhoyono . Aji mumpung kelihatannya hehehe.

Ini beritanya.. “‘Harga Mati’ dari Demokrat Buat Koalisi Kekeluargaan Pecah” https://t.co/CsAaestt5A

Sudah lihatkan? Dari awal saya katakan ini bukan soal Prof. Yusril tidak diusung, tapi saya mau perlihatkan kebusukan ini ke publik.

Coba lihat alasan konyolnya Kubu SBY mereka tawarkan Prof.Yusril ke kubu prabowo tapi ditolak, lihatlah keanehan ini.

Kalau ditolak sama prabowo ya sudah, kubu SBY tinggal usung Prof. Yusril saja! Kan kursinya cukup, kecuali gak cukup.

Logika sehat aja, hanya karena Tim Prabowo menolak Prof. Yusril lalu Tim SBY memilih calon lain. Logika sehat dari mana itu?

Logika sehat itu begini, calon kami Prof. Yusril kursi sudah cukup, mau gabung gak? Kata lawan gak ah, ya sudah kami jalan sendiri!

Nah logika aneh kubu SBY adalah karena kubu Prabowo menolak gabung makanya mereka pilih Agus Yudhoyono! Ups!? Logika sehat apa ini?

Kecuali akhirnya Tim Prabowo dan Tim SBY gabung dan singkirkan Prof. Yusril, itu masih masuk akal, tapi ini gabung juga gak!

Kalau kubu Prabowo jelas gak bisa dibilang benar juga, kenapa? Wong Prof. Yusril ikut penjaringan dan lolos sedang Anies baswedan tidak.

Begitupun dengan PKS, bahkan apa yang disarankan PKS dilakukan semua oleh Prof. Yusril sedangkan Anies Baswedan tidak.

Jadi setelah Prof. Yusril dikhianati oleh kubu Prabowo dan kubu SBY kini mereka mau mengambil suara orang yang mereka khianati

Saya sudah katakan ini bukan soal Prof. Yusrili tidak diusung, tapi saya akan membuka kebobrokan politik negeri ini.

Saya sendiri sudah buktikan tanggal 23 Agustus 2016 saya sudah katakan jika Prof. Yusril tidak diusung tidak ada masalah buat saya, bukti jejak digitalnya ada hehehe.

Sekarang suara pendukung Prof. Yusril sedang diperebutkan, soal mau dukung yang khianati Yusril atau tidak itu bukan urusan saya.

Saya hanya menampilkan kebobrokan ini, orangnya dikhianati tapi pendukungnya mau diambil.

Prof. Yusril yang saya kenal adalah orang yang sangat konsisten terhadap komitmen dan tidak halalkan segala cara untuk jabatan.

Waktu itu saya bilang, bang, nanti kalau Jokowi tawarkan jadi menteri ambil saja, kan bisa merubah sistem dari kementerian

Prof. Yusril katakan dia commit dengan yang dia ucapkan, tidak akan gabung ke Jokowi, maka ucapan itu tidak boleh dilanggar.

Dan beliau buktikan! ketika berkali-kali Jokowi menawarkan kursi menteri, beliau berkali-kali menolak dengan halus! Beliau konsisten!

Sikap ini tidak saya temukan di dalam Pilkada DKI ini, saya hanya melihat manusia-manusia mendukung dan memuji orang-orang yang langgar komitmen demi jabatan.

Sekali lagi, ini bukan soal sakit hati, tidak Move on atau karena Prof. Yusril dikhianati. Ada bukti saya tidak masalah jika Yusril tidak diusung

Tapi saya ingin menampilkan fakta kemunafikan, pengkhianatan dan begitu banyak penjilat dinegeri ini.

Silahkan saja siapa yang mau dukung kubu
Yang telah khianati Prof. Yusril atau mau dukung Ahok sekalipun, itu bukan urusan saya.

Terima kasih.. ☕

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa