Satelit Hilang, LSM Suropati Akan Gugat PT Telkom Ke Pengadilan

images

Klikaktifis.com – Ricuhnya persoalan satelit telkom 1 ternyata masih berbuntut panjang. Banyak kejanggalan yang terjadi dari berbagai statemen yang telah dilontarkan oleh jajaran direksi PT. Telkom saat bersama Menkominfo.

Setelah kami perdalam dari hasil investigasi berbagai sumber, ternyata ada dugaan kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh PT. Telkom.

“Hal ini bukan hanya berkaitan dengan satelit semata, melainkan adalah sebuah software yang digunakan oleh PT. Telkom dalam pengelolaan data billing system”, ujar Aditya Iskandar, Presidium Solidaritas Untuk Pergerakan Aktifis Indonesia (Suropati) dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (06/09).

Menurut Aditya, PT. Telkom selama ini telah menggunakan program software i-SISKA, untuk mengelola billing systemnya. Pemilik software ini merupakan perusahaan Eropa dari Perancis, PT Orange & Sofrcom.

Dalam aturan main IT internasional, kepemilikan software memiliki hak atas copy right software tersebut. Beberapa perusahaan berusaha menawarkan diri untuk menggantikan sistem billing yang digunakan Telkom saat ini. Diantaranya dari beberapa negara besar.

Terakhir, kami mendengar bahwa perusahaan IT dari Jepang akan mengambil alih kelola billing sistem Telkom ini. Harga pembayaran copy right penggunaan billing sistem ini dipasar internasional adalah 18-20 USD per pelanggan, sebut Aditya.

Dia menambahkan, Dalam perkembangannya, PT. Telkom malah memigrasikan sejumlah data pelanggan sebesar 4,2 juta pelanggan yang telah terdaftar dalam billing system yang sebelumnya dikelola oleh PT. Orange & Sofrecom dari Perancis.

Hal ini dilakukan diduga tanpa seizin dan sepengetahuan perusahaan Pemilik serta pemegang hak paten tersebut.

Bisa dibayangkan bila dari harga 18-20 USD per pelanggan dikalikan 4 juta. Berapa nilai yang hilang atas hak kepemilikan software atau copyright tersebut?

Padahal, pihak PT. Orange & Sofrecom sendiri -menurut penuelusuran kami- masih menggunakan harga lama yang tergolong sangat murah.

Dugaan atas tindakan monkey bisnis yang dilakukan oleh Menejemen PT Telkom adalah untuk menghapus beban hutang yang belum dibayarkan beberapa tahun belakangan ini. Padahal PT. Telkom sudah menggunakannya selama bertahun-tahun software dari PT. Orenge Sofrecom ini.

Berbeda halnya dengan persoalan Loockheed Martin soal pengelolaan satelit. Dugaan belum terlaksana tanggung jawab dari PT. Telkom pun sudah ramai menjadi perbincangan publik.

Hal ini pun mengakibatkan publik bertanya-tanya dengan beberapa kali klarifikasi dan penjelasannya kepada publik yang terus berubah-rubah. Menjadin pertanyaan publik kembali, lalu apa yang sebenarnya terjadi dengan raksasa tekomunikasi Indonesia ini?

Petanyaan publik masih terus berlanjut dibenak publik,lalu apa tujuan manajemen Telkom dengan sengaja memigrasikan data pelanggan selama ini?, beber Aditya

Dari pendalaman kami lanjut dia, melalui investigasi, PT. Telkom dibawah direktorat IT memiliki tim ISC (Informasi System Center) yang dikepalai oleh Alip Priyono.

Penelusuran kami pun mengungkap bahwa tim inilah yang diduga kuat telah memigrasikan data sejumlah pelanggan dari billing system atau menghapus dari data central yang menggunakan program software i-SISKA dari perusahaan Perancis.

Siapakah sebenarnya mereka sehingga berani melakukan tindakan yang dapat diduga mengarah pada tindakan berkonsekuensi hukum dan ekonomi ini?

Kami menduga bahwa kecurangan ini mengindikasikan adanya praktek yang dapat merugikan negara dan perusahaan yang memiliki software billing system ini. Dibawah kepemimpinan direktur IT PT. Telkom diduga telah melakukan kecurangan fatal yang akan berdampak besar pada saham PT. Telkom di internasioanal.

Selain dari pada itu, jutaan nasabah perbankan dan pertelevisian pun dirugikan dengan nilai yang sangat besar tentunya. Jika saham PT Telkom terganggu, sebagai BUMN tentu akan berdampak pada kerugian Negara.

Kelalaian dirut PT. Telkom mengakibatkan kepercayaan publik dan internasional hilang akibat perliaku MONKEY BISNIS yang dilakukan oleh ditektorat IT nya.

Kita harus menyelamatkan BUMN Telekomunikasi kebanggaan milik Indonesia dari tangan-tangan oknum yang ingin memanfaatkan PT Telkom.

Oleh karena itu Solidaritas Untuk Pergerakan Aktivis Indonesia (Suropati) akan segera melayangkan gugatan secara hukum karena diduga ada unsur kesengajaan kepada pihak PT Telkom di pengadilan mewakili para konsumen dan beberapa pihak yang dirugikan.

Hal ini bertujuan agar masalah ini terbuka dengan jelas dan menyelamatkan PT Telkom dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di tubuh PT Telkom. Demikian Adit.****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa