“Sang Gubernur Dzolim”

IMG-20160722-WA0055
Foto : ilustrasi/net

Oleh Jamran

Koordinator AMJU (Aliansi Masyarakat Jakarta Utara)

Ketua KAHMI Jakarta Utara 

Saat ini kita mendengar dan membaca pertarungan antara Rizal Ramli (RR) vs Gubernur Dzolim mengenai reklamasi.

Dukungan buat RR sungguh sangat luar biasa, walaupun saya pahami bahwa beliau tidak membutuhkan dukungan. Beliau mantan aktifis dan sangat berani mengkritik pada era Soeharto.

Jadi saya rasa menghadapi Gubernur Dzolim ini buat beliau terlalu mudah apalagi kasusnya yang jelas-jelas kebenaran secara aturan maupun secara hukum RR adalah benar.

Keputusan yang beliau ambil adalah benar-benar untuk meyelamatkan pantai Jakarta dan kehidupan masyarakatnya.

Tinggal keberanian RR untuk menuangkan dalam satu keputusan tertulis saja sebagai penguatan bahwa reklamasi pulau G banyak melanggar amdal dan melenceng dari perencanaan yang sudah dibuat.

Agar surat keputusan menteri dari RR dijadikan landasan hukum untuk diteruskan kepada Presiden dan Presiden segara memberhentikan total semua pembangunan reklamasi pantai Jakarta Utara.

Saya juga merasa heran mengapa pantai Jakarta yang merupakan ibukota negara kita bagitu mudahnya diberikan kepada pengembang swasta yang sangat jelas akan berdampak kepada keamanan ibukota untuj jangka panjang.

Bisa kita bayangan sepanjang garis pantai dari Tangerang, Jakarta, Bekasi dan terus memanjang sampe ke Cirebon jika dikuasai oleh swasta berarti negara kita khususnya Jakarta tidak punya lagi garis keamanan pantai, dengan bebas narkoba.

Senjata api gelap dan penyelundupan manusia bisa dilakukan melalui pantai langsung masuk ke rumah-rumah penampungan yang ada di pantai tanpa ada bisa yang mengawasi. Mengerikan…..!!!

Gubernur dzolim ini selalu berdalih kepada KEPPRES No.52/1995 yang sudah kadaluarsa, mengingat pantai utara Jakarta ini sangat startegis untuk  kemanan ibu kota negara sesuai PEPRES No.54/2008.

Begitu ngototnya sang gubernur ini membuat kita sebagi masyarkat terheran-heran, ada apa gerangan?sampai-sampai semua cara halal dilaksanakan agar reklamasi tetap terus berjalan, bahkan sang gubernur dzolim sedang minta perlindungan sang presiden mantan atasannya di DKI Jakarta.

Belum lagi kelar kasus reklamasi dan kasus yang terdahulu yang lebih jelas dan terang benderang akan kesalahannya yaitu kasus RS Sumber Waras dimana hasil investigasi terakhir dari BPK telah disebutkan bahwa ada kerugian negara didalamnya.

Dan yang lebih membuat terkejut rakyat Indonesia seperti yang di ucapkan oleh Prof. Romly Atmasasmita yang menyatakan ternyata ada tanda tangan Gubernur DKI Jakarta yang sekarang menjadi Presiden RI saat ini yg membuat masalah ini menjadi tidak jelas dan tidak selesai sampai saat ini.

Munculnya kasus baru yang berkaitan dengan pembeliam lahan negara oleh Pemda DKI Jakarta di Cengkareng hasil pemeriksaan BPK terbaru kita belum melihat proses besarnya, dalam kasus ini saya tidak tau alasan apalagi yang akan di sampaikan oleh sang gubernur dzolim.

Karena dia pandai sekali bermain watak dan herannya respon masyarakat yang melihat semua kasusnya masih menganggap biasa saja dan belum sampai menjadi tersangka. Apakah sang gubernur dzolim akan lolos lagi ?

Gaya sang gubernur dzolim setiap kebongkar kasusnya adalah menyerang lebih dahulu dan terlihat sangar dengan marah-marah menyalahkan orang lain serta di bantu media dengan pola yang massif dan tersusun rapi sehingga terlihat bahwa sang gubernur dzolim tidak bersalah dan menjadi korban anak buahnya.

Heran? ya saya juga heran, kasus pembelian tanah di cengkareng sedang berjalan di Kejaksaan dan Kepolisan di Jakarta kita akan lihat nanti hasilnya, apakah sang gubernur dzolim akan lolos lagi?

Sang gubernur dzolim terus melenggang, bahkan telah siap untuk melanjutkan jabatannya, karena dukungan sang gubernur dzolim masih begitu kuat, rupanya masyarakat Jakarta sudah lelah dan malas melihat dengan nyata lagi, sehingga apa yang ditampilkan media pencitraan sang gubernur dzolim itu lah yang mereka percaya.

Nilai moral dan hati nurani sudah tidak ada lagi, kondisi ekonomi yang sulit saat ini juga membuat masyarakat malas untuk berbicara politik.

Parpol pun saat ini tidak berdaya menghadapi sang pemimpin dzolim ini, bahkan dukungan untuk sang pemimpin dzolim semakin kuat dari beberapa parpol.

Pilkada  DKI tinggal menghitung bulan saja, lawan yang untuk menghadapi sang gubernur dzolim pun belum ada yang ditampilkan secara sah atau belum ada keputusan yang bulat oleh parpol.

Kita tunggu saja semoga dalam waktu dekat sudah ada keputusan yang konkrit agar persiapan untuk melakukan penetrasi ke masyarakat pemilih segera dilaksanakan.

Saya dan teman-teman dari berbagai kelompok masyarakat sangat berharap agar pemimpin yang arogan merasa paling bersih bebas korupsi padahal adalah raja korupsi terbesar segara dieksekusi secara hukum.

Dan jika tidak saya berharap agar nanti pada saat pilkada masyarakat sadar betul dan paham betul siapa sebenarnya sang gubernur dzolim ini yang akan membahayakan Jakarta dan NKRI nantinya ke depan, sehingga tidak memilih sang gubernur dzolim.

Saya yakin Tuhan masih sayang Jakarta, masih sayang Indonesia. Kitapun sama cinta Jakarta dan cinta Indonesia. Mari bersama-sama menolak sang ‘gubernur dzolim’ menjadi pemimpin Jakarta.

Jakarta, 22 Juli 2016

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa