Sabon Nama : Masyarakat Jakarta Sudah Cerdas, Tak Perlu Di Kompori Dengan SARA

img-20160922-wa0115
Foto : ilistrasi/net

Klikaktifis.com – Rahman sabon Nama pengamat sosial politik nasional mengingatkan, segenap elit bangsa baik yang ada di pemerintahan, legislatif, parpol maupun ormas agar menghindari isu SARA menjelang Pilgub Jakarta.

Terkait isu ini juga sudah di ingatkan juga oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan untuk menghindari isu SARA agar tidak menimbulkan konflik dimasyarakat.

Masyarakat Jakarta sudah cerdas jadi tidak perlu dikompori dengan masalah SARA, karena sesuai UU semua Warga Negara Indonesia bisa menjadi Kepala Daerah asal memenuhi syarat yang diamantkan dalam pasal 33 UU No.22 /1999 tentang pemerintahan daerah, karena UU telah mensyaratkannya.

Maka untuk menjaga keutuhan bangsa dan NKRI saya mengajak kita semua agar tidak memasalahkan Ahok (Basuki Cahaya Purnama) yang turunan minoritas China Kristen,dan telah dicalonkan kembali oleh PDIP,Golkar, Hanura dan Nasdem untuk memimpin Jakarta melalui Pilkada serentak 2017, ujarnya pada redaksi beberapa saat lalu, Jumat (23/9).

Kata Rahman, Tinghoa bukan hambatan sehingga tak perlu dimusuhi, jika selama ini dia Ahok dianggap kurang berhasil memimpin Jakarta, maka rakyat Jakarta pasti tidak akan memilihnya lagi di Pilgub ini.

“Saran saya agar partai yang tergabung dalam koalisi kekeluargaan yang dimotori SBY dengan partai Demokratnya dan Prabowo Subianto Gerindra, harus bisa mencalonkan tokoh yang dapat menyaingi Ahok, sehingga tidak perlu membawa isu SARA”, tukasnya.

Dia menambahkan, Pak Ahok agar mulai sekarang dan masa mendatang bisa memperbaiki tutur bahasanya dalam ber komunikasi serta harus lebih membuka diri dengan umat Islam Jakarta dan robah kebijakan menggusur tetapi pembaharuan pemukiman dan jadikan pemukiman Kramat Luar Batang menjadi pemukiman modern untuk Wisata religi.

Dan juga agar Pak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta bisa segera melaporkan pemilik pulau reklamasi dan kontraktornya ke BNN dan Kapolri untuk segera fitangkap terkait telah berulang kali memasukan ribuan kg Narkoba dalam tiang pancang yang di impor dari China.

Jauhkan unsur unsur SARA,sehingga saya berharap di era kepemimpinan pemerintahan Jokowi-JK ini bisa lebih baik berkembang. Kita harusnya bersukur karena kebhinekan Indonesia Umat Islam telah memberikan hadiah pada bangsa ini melalui Piagam Jakarta /Jakarta Charter dalam kebersamaan sebagai bangsa untuk merawat Indonesia bagi semua komponen bangsa, serunya.

Sebagai seorang Muslim sambungnya, dari daerah yang mayoritas non muslim di Adonara ,Flores Timur, NTT maka saya mengingatkan agar Pilkada DKI jangan sampai terjadi gesekan instabilitas SARA yang dapat dimanfaatkan oportunis politik disaat rakyat dan bangsa sedang menghadapi krisis ekonomi dan keuangan saat ini.

Jadi jangan memasalahkan Islam dan non Islam /SARA dalam Pilkada Jakarta.
Piagam Jakarta sudah menjadi sebuah catatan sejarah bangsa ini bahwa itu merupakan hadiah Umat Islam dengan Kata Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila sudah mencerminkan dan menjadi substansi tujuh kata dalam pasal 29 UUD 1945 sehingga
kita akan mundur kebelakang manakala memasalahkan SARA.

Mari kita lihat jauh kedepan dengan pikiran yang lebih universal,untuk merawat kebhinekaan Indonesian warisan dari para tokoh legendaris bangsa sang proklamator Bungkarno-Bung Hatta dan anggota PPKI legendaris Islam (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Yaitu Bagus Hadikusumo,Kasman Singodimejo,Wahid Hasyim,Teuku M Hasan mereka sepakat menghilangkan tujuh kata menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya dengan Ketuhanan Yang Msha Esa jadi kita tidak perlu memasalahkan SARA.

Justru mereka kwatir karena SARA kedepan bisa terjadi perpecahan bangsa ,sehingga mereka telah berfikir jauh kedepan dalam kerangka kesatuan NKRI karena ada saudara kita Timo Kapisa, Petrus Bala Pationa , Ida Bagus Oka ,Beni Pasaribu dan Edi Silitonga,Ahok atau Liem Swiliong.

Saya berharap sebagai generasi penerus bangsa harus bisa merawat Indonesia dengan menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta keharmonisan dan kebersamaan dalam kemajemukan kehidupan berbangsa yang diwariskan kepada bangsa ini. Perlu kita pertahankan dan lestarikan.Demikian Rahman.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa