Sabon Nama ; Gugatan Tax Amnesty Ke MK, Bisa Tingkatkan Devisit APBN 2016 Lebih Dari Tiga Persen

sabon Nama 20160725_090535Klikaktifis.com – Rahman Sabon Nama pengamat sosial politik nasional mengatakan, gugatan Tax Amnesty oleh sekelompok masyarakat ke Mahkamah Konstitusi bisa membuat takut pengusaha dan wajib pajak memanfaatkan kesempatan melalui UU Tax Amnesty ini.

Mereka menganggap pemerintah tidak menjamin kepastian hukum bagi mereka dan saya mengkwatirkan defisit anggaran APBN akan bertambah.

Karena perkiraan saya bahwa indikasi penerimaan pajak dari Ditjen Pajak dan Ditjen Beacukai pada semester satu enam bulan pertama 2016 diperkirakan target penerimaan baru mencapai 35 %.

Lebih rendah dari pemasukan pajak semester satu 2015 busa mencapai 40 %, apalagi target penerimaan dari Tax Amnesty sekitar Rp.165 trilyun, ujar Rahman dalam keterangannya beberapa saat lalu, Senin (25/7/2016)

Menurut dia, perkiraan pendapatan tax amnesty tidak akan mencapai target, paling besar hanya mencapai Rp.53 trilyun. Ini berarti Defisit APBN bertambah sebesar Rp.112 trilyun (165 T-55T).

Ini juga seperti perkiraan Bank Indonesia dan banyak ekonom sehingga dengan demikian maka difisit APBN bisa mencapai Rp.296 trilyun melampaui batas maksimum defisit APBN sebesar 3%dari PDB, jelasnya.

Rahman menambahkan, Untuk pastinya kita tunggu tanggal 18 Oktober 2016 yaitu tiga bulan berlakunya Tax Amnesty. Padahal Presiden Joko Widodo telah melakukan upaya untuk mempercepat pergerakan ekonomi Indonesia  dengan melakukan sosialisasi Tax Amnesti untuk wilayah Sumatera berpusat di Medan  21/7/2016.

Jokowi mengajak pengusaha dan wajib pajak untuk memanfaatkan momentum Tax Amnesty ini sebelum terlambat agar tidak melanggar UU Tax Amnesty, ungkapnya.

malahan sambung Rahman, menurut presiden Jokowi dananya bisa digunakan untuk membiaya proyek infrastruktur seperti jalan tol, kereta api dan listrik jadi tidak perlu takut karena dijamin undang undang.

“Seharusnya pro dan kontra segera diakiri karena barang ini sudah menjadi UU dan tarohannya adalah bangsa dan negeri ini”, tandasnya.

Dalam pernyataan pers terpisah di Samosir Medan (23/7), Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan justru memperkiraan penerimaan pajak dari Tax Amnesty ini luar biasa dari perkiraan sudah masuk lebih dari Rp.135 trilyun katanya sehingga kurs rupiah bisa mencapai Rp.12.0000 hingga Rp.10.000/USD.

“Saya mengapresiasi pernyataan pak Menkopolhukam ini,untuk itu saya mengingat apabila target pajak dari Tax Amnesty ini tidak tercapai, maka pada kwartal ke empat saya justru memperkirakan kurs rupiah akan melemah bisa mencapai Rp.13.600/USD”, tegas Sabon Nama.

Terkait dengan hal ini, saya sarankan pada pemerintah agar segera mempertimbangkan mengubah batas maksimum defisit APBN dari 3%  menjadi 5 % melalui revisi Undang Undang atau Perpu sebelum terlambat.

Agar tidak dianggap oleh parlemen pemerintah melanggar Undang Undang karena defisitnya mencapai lebih dari 3%, tutur Rahman Sabon Nama mengingatkan pada pemerintahan Jokowi-JK.****

 

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa