Rencananya Jambore Kebangsaan Cipayung Plus Di Buka Oleh Presiden

IMG-20170801-WA0005Klikaktifis.com – Forum Cipayung Plus yang terdiri dari 16 organisasi kemahasiswaan dan pemuda (OKP) akan menggelar Jambore Kebangsaan dan Wirausaha pada tanggal 12 sampai 17 September 2017, di Mekarsari, Bogor.

Ketua Panitia Pelaksana Jambore Agus Harta, yang juga Wakil Sekjen PB HMI, mengatakan bahwa acara ini akan diikuti sekitar 5.000 peserta dari berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan.

“Kita ingin memperkokoh persatuan dan membangun daya kreatif pemuda Indonesia agar punya daya saing kuat, antara lain dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN. Itu tujuan terpenting diselenggarakannya Deklarasi Persatuan dan Jambore Kebangsaan dan Wirausaha ini,” kata Agus Harta, dalam acara jumpa pers di Rumah Makan Handayani, Matraman, Jakarta, Senin (31/7).

Kata Agus, Jambore kali ini dalam perencanaannya kami jika presiden berkenan, akan langsung di buka oleh Presiden Jokowi dan para pamaterinya juga mengundang para Menteri antara lain Puan Maharani dan Rini Soemarno.

Acara jumpa pers danlaunching kegiatan jambore ini dihadiri oleh pimpinan OKP yang tergabung dalam Forum Cipayung Plus, antara lain PB HMI, PMKRI, GMKI, PMII, GMNI, IMM, HIKMABUDHI, GPII, KAMMI, HIMMAH, Matlaul Anwar, Pemuda Muslimin Indonesia, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma, HIMA Persis, dan IPTI.

Hadir juga Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi, selaku aktifis senior yang concern dengan penguatan komitmen kebangsaan di kalangan mahasiswa dan pemuda.

Ketua Umum PB HMI Mulyadi Tamsir berharap kegiatan jambore mahasiswa dan pemuda ini dapat menjawab tantangan masa depan Indonesia. Menurutnya, sudah bukan saatnya lagi pemuda mempersoalkan perbedaan dan keragamaan yang ada di Indonesia.

“Keragaman itu sudah menjadi takdir bangsa Indonesia. Tantangan kita bersama adalah memperkuat komitmen kebangsaan dan kesadaran tentang kejayaan Indonesia. Kita perlu banyak intelektual dan wirausahawan, maka perlu mengubah paradigma mahasiswa agar terdorong mau menjadi wirausahawan,” kata Mulyadi.

Sementara itu, Ketua umum KAMMI Kartika Nur Rakhman menyebut Jambore Kebangsaan dan Wirausaha sebagai wujud nyata pengamalan Pancasila. Generasi muda Indonesia, katanya, perlu kembali kepada falsafah kehidupan berbangsa dan mengutamakan kepentingan bersama.

“Jambore ini sebagai wujud nyata dari Bhinneka Tunggal Ika. Kita yang berbeda latar belakang dan cara pandang melebur jadi satu dalam kegiatan ini,” ujar Kartika.

Sementara itu Karman BM, Ketum PP GPII mengatakan, energi anak muda yang besar ini akan di dorong kepada meningkatkan basis basis ekonomi sehingga punya multi efek pada masyarakat dan pembangunan ekonomi bangsa.

“Kita harapkan dari 5000 ribu peserta ini nantinya akan ada tindak lanjut pembinaan wirausaha dari lembaga-lembaga terkait yang mendukung program ini”, tegas tokoh muda asal NTB ini.

“Kami banyak sekali mendengar berbagai kritik dari berbagai pihak, tapi bagi kami jika kegiatan seperti ini punya ‘value’ atau nilai tambah bagi pemuda maka ayo kita serius melaksanakannya. Jiwa dan semangat kritis anak muda akan tetap ada tak akan pernah terpenjara tapi lebih penting lagi mari kita bersama membangun negeri dengan kemampuan masing-masing dan fokus dengan visi yang ada”, pungkas Karman yang bulan Oktober mendatang segera meletakkan jabatannya.****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa