PT AMNT Dinilai Tak Serius Bangun Daerah Lingkar Tambang Di Sumbawa Barat

images (23)
Ist/net

Klikaktifis.com – Ketua Umum Forum Mahasiswa Pemuda Pulau Sumbawa Jakarta (FMPPSJ), Mulya Ramadhani Fitra mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat khusus di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tanah kelahirannya (sejak PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dinasionalisasi dan berganti nanti menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT).

Tragisnya Harapan masyarakat dan pemerintah agar PT AMNT lebih baik dari PTNNT sepertinya meleset ( komedi omong kosong ) . Di awal keberadaan PT AMNT, sudah banyak menimbulkan persoalan.

Menurut Mulya, PT AMNT tidak benar-benar serius dan komitmen untuk ikut serta membangun masyarakat daerah lingkar tambang.

Hal itu ditunjukan dengan banyaknya keinginan perusahaan yang terindikasi mengarah kepada pengurangan karyawan ( PHK ) dengan alibi yang tidak rasional. Selain itu perusahaan juga dinilai tidak serius merealisasikan rencananya untuk membangun smelter di wilayah KSB, tegas Mulya pada redaksi, Sabtu (22/07).

Dia menambahkan, Pasalnya hingga kini masih mangkir dari proses pengerjaan.Bukannya membangun malah menggantungkan harapan masyarakat sekitar

Karena itu Ia mendesak Pemerintah NTB mengambil sikap dalam polemik ini. Gubernur dan pimpinan daerah lainnya diminta serius memberikan perhatiannya sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat yang besar dari keberadaan tambang.

“Jika kami melihat kondisi saat ini, masyarakat akan mengalami kerugian jangka panjang dan kehancuran”, sebut Mulya yang juga aktif di Anggota Aliansi Pemuda NTB-Jakarta ini.

Di ketahui, seratusan karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sempat melakukan aksi mogok 19 Juni lalu. Aksi yang dilakukan di Shelter Terminal Benete Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan protes terhadap perusahaan.

Sebab, perusahaan tersebut dinilai mengkhianati komitmen awal kepada karyawannya. Komitmen itu adalah tetap menggunakan sistem manajemen yang diterapkan PTNNT.

Namun belakangan perusahaan tersebut justru menerapkan manajemen yang dianggap mencekik hak-hak para karyawannya dengan dalih efisiensi.

Antara lain, melakukan program pensiun dini terhadap sejumlah karyawan, menghilangkan bonus yang biasa diberikan pada setiap produksi dan lain-lain. Setiap departemen ditekankan agar melakukan efisiensi biaya minimal 50 persen.

terkait pembangunan Smelter, PTAMNT sudah melakukan peletakan pertama pembangunannya di Bukit Benete, KSB.

Peletakan sekaligus peresmian ini langsung dilakukan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di lahan seluas 50 hektar sesuai dengan standar minimal yang dibutuhkan.

Diprediksikan keberadaan smelter itu mampu menyerap sekitar 5000 tenaga kerja local. Artinya dapat menjadi solusi dalam mengatasi pengangguran di KSB. Namun hingga kini smelter itu belum dikerjakan. Masyarakat pun menunggu dalam ketidakpastian.

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa