Prodem : Makin Mega Tampil Ke Publik, Makin ‘Anjrot’ Terjun Bebas

img-20160926-wa0073
Foto : ilustrasi/net

Klikaktifis.com – Pasangan Ahok Jarot ( Anjrot) sangat mungkin bisa di kalahkan pada putaran kedua nanti.

Munculnya Mega tentu jadi kunci negatif buat Anjrot ketika secara demonsratif mengantar Anjrot padahal publik tidak akan lupa adanya saling caci antara Teman Ahok dan Ahok kepada elite PDIP.

Serta pantun Mega yang sering sindir Ahok, kata Andrianto Sip, Ketua Presidium Pergerakan Aktivis Untuk Reformasi Dan Demokrasi ( ProDEM) dalam keterangannya pada redaksi, Senin (26/9)

Menurutnya, semua jadi luruh ketika Budi Gunawan (BG) jadi KaBIN. Semua peta berubah drastis aroma barter tercium sangat. Berikutnya, kursi MemESDM yang kosong membuka tawar menawar baru antara Jokowi dan Mega.

Mega terbius Pilkada DKI 2012,  dia lupa dulu figurnya sosok baru ( Jokowi) serta incumbent ( Foke) sedang sial karena muncul kasus Nazarudin sehingga publik ikut menghakimi dan merontokan incumben saat  itu, ungkapnya.

“Lucunya peristiwa itu berbalik hari ini, publik belum lupa bagaimana antagonisnya Mega ketika berkuasa
Sehingga publik memberi 10 tahun hukuman kepadanya”, tegas andrianto.

Dia menambahkan, kemenangan Pileg dan Pilpres 2014 itu lebih karena muncul sosok ‘new hope’ Jokowi dan eksploitasi pemanfaatan ‘wong cilik’.

Munculnya SBY tentu jadi effect kejut lewat Agus sang anak. Ibarat diorama tentu ada traumatik dialami Mega.

Publik bandingkan SBY dan Mega ketika berkuasa , SBY tentu lebih baik ( SBY 2kali di pilih langsung sedang Mega di pilih MPR).

Makin Mega tampil kepublik makin Anjrot terjun bebas apalagi bila SBY fuul terjun juga berkampanye.

“Apakah masih bisa Ahok tertolong, masih mungkin bila Jokowi ikut cuti untuk kampanyekan Anjrot”, sindirnya.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa