Potensi Wisata Indonesia Tak Kalah Dibandingkan Negara Lain

IMG-20170618-WA0030Klikaktifis.com – Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam HMI (LEPPAMI BEKASI) menggelar diskusi bulanan KongkoW Bareng Leppami ( KBL ) dengan tema ‘Membedah Bisnis Bidang Pariwisata’ di Saung Danau Wisata Alamanda Bekasi, Sabtu (17/06/17).

Kegiatan tersebut diikuti oleh para kader-kader HmI Cabang Bekasi antara lain Ketua Bidang Lingkungan Hidup kanda Mohamad Hendri, Ketua Bidang Kewiwarausahaan dan pengembangan profesi Niki Gumay, mahasiswa dan pegiat wisata.

Diskusi tersebut membahas berapa hal seperti membangun destinasi wisata lokal, memaham bisnis bagi kader. Bagimana mahasiswa merintis bisnis pariwisata, memperkenalkan Bekasi salah satu yang mempunyai destinasi wisata tidak kalah dengan daerah lain. Menghadirikan Bekasi sebagai kota metropolitan wisata ramah kultural.

KongkoW tersebut dinara sumberi oleh Defri Cane Nasution, Owner Wisata Danau Alamanda dan dimoderatori oleh Pierre Direkrur Eksekutif Leppami Bekasi.

Defri yang juga penggiat wisata dunia ini mengemukakan potensi bisnis wisata sangat besar keutungannya dan menjajikan, Indonesia sangat banyak potensi wisata tidak kalah dibandingkan potensi wisata yang ada negara lain seperti China, Jepang, Korea, Thailand yang mempunyai wisata hotel ditengah hutan.

“Indonesia bisa dan mampu jika kita ingin membangun destinasi pariwisata lokal khusus Bekasi, selama ini kita belum memaksimal mengembangkannya”, sebut Defri.

Defri menambahkan, Mengutip data Ngayap Indonesia (NI),  Indonesia baru bisa mendatangkan devisa negara dari pariwisata halal 11,9 miliar dolar AS.

Potensi wisata lokal sangat besar, namun masyarakat lokal kurang memahin bisnis wisata Karena itu, sudah waktunya para pegiat wisata Masyarakat dan Mahasiswa lebih serius menggarap bisnis wisata lokal dan global.

Menurut Defri, pentingnya sertifikat bisnis pariwisata. Selama ini, sertifikat bisnis pariwisata masih kurang diperhatikan oleh industri wisata di Indonesia.

Padahal kalau Indonesia mau membidik wisatawan global, maka sertifikat bisnis pariwisata merupakan sebuah keharusan.

“Ibarat seseorang yang mahir mengemudikan kendaraan, harus dibuktikan dengan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM)”, tambahnya.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa