Pospera ; Klaim Teman Ahok Ngaku Kumpulkan 1 Juta Salinan KTP Meragukan

images-84Klikaktifis.com – Ketua Dewan Pembina Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Adian Yunus Yusak Napitupulu meragukan klaim relawan Teman Ahok yang mengaku telah mengumpulkan 1 juta salinan KTP dalam waktu yang terhitung singkat. Pasalnya, menurut Adian, Teman Ahok bukanlah organisasi yang memiliki anggota kepengurusan hingga tingkat kelurahan.

“Dalam waktu tiga bulan setengah, apakah sanggup mengumpulkan satu juta KTP dengan data yang secara logika berat? Mesinnya bukan mesin anak ranting yang punya cabang sampai RT/RW. Misalnya, PDI Perjuangan ada 200-an anak ranting,” kata Adian saat konferensi pers di Sekretariat Pospera, Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu, 25 Juni 2016 seperti di lansir tempo.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mempertanyakan keterbukaan anggaran Teman Ahok untuk operasional pengumpulan KTP. “Anggarannya berubah-ubah, pertama Rp 2,5 miliar, lalu Rp 3,5 miliar, terakhir Rp 6 miliar. Yang benar yang mana? Dalam demokrasi, harus ada transparansi, ayo transparan,” ujar Adian, yang juga anggota Komisi Sumber Daya Mineral DPR.

Adian mengimbau Teman Ahok membuka fakta, baik mengenai anggaran yang digunakan maupun jumlah KTP yang berhasil dikumpulkan. Bahkan Adian meminta agar Teman Ahok jujur mengenai anggaran yang diperoleh untuk membiayai operasional dukungan Ahok tersebut. “Saya cari di mana-mana, Teman Ahok punya rekening enggak? Saya cari enggak ketemu.”

Menurut Adian, semestinya Teman Ahok terbuka dalam penerimaan dananya. “Apakah di bawah tangan dan di bawah meja semua? PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) tidak bisa menelusuri. Berapa anggaran yang mereka gunakan untuk mengumpulkan 1,7 juta KTP itu. Mungkin enggak? Jujur saja, kalau tidak mencapai segitu, Ahok pasti akan maklum, kok.”

Adapun pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, pernah berjanji akan mensosialisasikan aliran dana yang berhasil dikumpulkan kelompoknya melalui laman www.temanahok.com. Amalia mengakui bahwa data keuangan dana yang bergulir di Teman Ahok terakhir kali diperbarui pada Desember 2015. “Nah, itu kami akan sosialisasikan. Kebetulan yang tahu bukan saya.”

Sejauh ini, kata Amalia, dana yang masuk ke kas Ahok berasal dari penjualan merchandise yang omzetnya sudah mencapai Rp 5 miliar. “Sejauh ini, setahu saya, laporan keuangan yang sudah dipublikasikan itu sampai Desember 2015 di website,” tutur Amalia di markasnya, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu, 19 Juni. “Detailnya ditunggu aja, kami akan publikasikan secara berkala.”

Minggu, 19 Juni, Teman Ahok menggelar acara syukuran “Sejuta Teman Ahok” yang merupakan proses penghitungan mundur menuju satu juta kartu tanda penduduk yang merupakan syarat untuk calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama, maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lewat jalur perseorangan atau independen.

Sejak Mei lalu, jumlah salinan KTP yang dikumpulkan Teman Ahok sebagai syarat pencalonan sebanyak 532 ribu KTP sebenarnya sudah terpenuhi. Namun, pada Minggu, 19 Juni, berdasarkan pantauan dari situs yang dibuat tim relawannya,www.temanahok.com, jumlah salinan KTP yang terkumpul untuk Ahok sudah mencapai lebih dari satu juta lembar, yakni 1.024.632. ****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa