Polisi Harus Tanggungjawab Atas Tindakan Brutalnya Di Bima

IMG-20170526-WA0005Klikaktifis.com – Perang antara Desa Penapali dan Dadibou sangat meresahkan masyarakat Bima. Tapi yang lebih mengecewakan dan meresahkan lagi adalah langkah pengamanan dan pembubaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Aparat kepolisian Kabupaten Bima melakukan tindakan brutal terhadap masyarakat Penapali dan Talabiu.

Dengan alasan untuk melakukan pengamanan. Amanat Undang-undang nomor 2 tahun 2002 yang menyatakan bahwa tugas kepolisian adalah melindungi, mengayomi dan menjaga keamanan masyarakat.

Tapi pada kenyataannya pihak kepolisian melakukan tindakan represif dan brutal dengan menembakkan peluru dan gas air mata terhadap masyarakat Talabiu yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peperangan tersebut.

“Saya kecewa dengan tindakan kepolisian yang melakukan tindakan yang tidak memenuhi standar prosedur yang telah diatur oleh undang-undang. Tugas polisi adalah menyayomi dan melindungi masyarakat serta menjaga keamanan negara, kalau seperti ini berarti polisi gagal melaksanakan tupoksinya” Ungkap Syamsurijal Al-Gholwasy selaku Mahasiswa Bima yang ada di Jakarta, Jumat (26/05).

Sampai saat ini masyarakat masih menuntut keadilan dan pertanggungjawaban pihak kepolisian, dengan menutup akses jalan Penapali dan Talabiu. Masyarakat agar kasus ini segera diselesaikan, karena dikhawatirkan masyarakat akan mengambil langkah-langkah anarkis.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian agar kasus segera diselesaikan. Dan bertanggungjawab penuh atas segala bentuk kerugian masyarakat dan korban aksi brutalnya” tegas syam.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa