Pengurus Pejuang Siliwangi Indonesia Resmi Di Kukuhkan

IMG-20160722-WA0014Pada Rabu (20/7) di  Gedung Joang DHN 45, Jakarta berlangsung Pengukuhan dan pelantikan dewan pengurus pusat pejuang siliwangi Indonesia, Rabu (20/7). Mereka hasil Munas ke-6 pada Nopember 2015 di Karawang, Jawa Barat.

Tema yang diangkat “Meningkatkan peran pejuang siliwangi indonesia dalam mengisi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.”

H. Daday Hudaya SH MH dan H. Anwar Albatawie dipercaya untuk mengemban masa bakti 2015-2020 sebagai Ketua Umum dan Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Pejuang Siliwangi Indonesia. Keduanya dikukuhkan dan dilantiknya sebagai Ketua Umum dan Sekjen DPP Pejuang Siliwangi Indonesia bersama para pengurus lainnya.

Hadir yang mewakili Dirjen Pol Pum Kemendagri Dan perwakilan dari Kesbangpol DKI Jakarta hadir dalam acara pelantikan.

Bapak Wahyu Supena sebagai Ketua Dewan Pembina PSI membacakan sumpah kesetiaan. Pembacaan wangsit Siliwangi berisi keluhuran yang menghormati orang tua dan pesan-pesan moral ajaran luhur para orang tua.

Menurut H.Daday Hudaya SH MH, Sejak 1922 PSI sudah hadir atau sebelum Republik ini lahir.

“Karena PSI lahir dari sebuah perjuangan yang panjang sehingga Gedong Joang sebagai tempat yang kami pilih dalam acara pelantikan dan pengukuhan. Ormas yang sudah tua dan besar ini dilantik oleh Pembina Bapak Wahyu Supena, dan Kemendagri.

Awalnya sebuah perkumpulan P.S.PENCAK SILAT, dirintis oleh seorang tokoh yang bernama R.Ama Poerdiredja dengan para sahabatnya yang merupakan tokoh-tokoh Perilatan dan para Ulama, pada tanggal 2 Juli 1922 di Sagalaherang.

Kabupaten Subang jawa Barat dab berbaur juga dengan kalangan tokoh-tokoh pergerakan politik, dengan tujuan dan mempunyai cita-cita (ideology) menuju Indonesia Merdeka, terlepas dari jajahan Belanda yang sudah menjajah Indonesia selama 350 tahun atau 3 ½ abad. sebagai yang menyaksikan.”

Demikian sambutan Ketum PSI Daday Hudaya usai pelantikan bersama seluruh jajaran pengurusnya.

Sambutan Dirjen Pol Pum Kemendagri Mayjen Soedarmo dibacakan oleh wakilnya,Didi Sudiana Direktur Pengawasan dan Kewaspadaan Ormas. “Undang undang nomor 17 tahun 2013 sebagai landasan operasional mencakup kekengkapan dokumen akte notaris, Surat domisili, NPWP dan SKT.

Semua ini merupakan yang harus dilengkapi. Semoga ormas ini mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitarnya.” Papar Didi Sudiana dalam pembacaan sambutan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum yang  berhalangan hadir.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa