“Pemuda” Memilih Ber GPII, Memilih Jalan Kemuliaan

Natsir 20170525_020952Seri ke 1

Natsir Al Walid

Pemuda Islam adalah generasi penerus bangsa dan agama. Adalah pemimpin masa depan bangsa dan agama. GPII adalah tempat dan wadah yang menampung pemuda islam tersebut, pemuda yang dengan ikrar tulus membangun peradaban.

Organisasi Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang berbasis kepemudaan cukup relatif tua di indonesia eksistensinya. Perjalanan panjangnya tentu ada banyak kontribusinya untuk bangsa dan agama ini. Kontribusi dan pengaruh pemikiran keagamaan “pendirinya” di perhelatan bangsa ini begitu signifikan.

Bahkan pendirinya tercatat sebagai tokoh bangsa, tokoh yang gigih melumpuhkan serangan penjajah yang begitu giat ingin memecah dan menghancurkan kemerdekaan Indonesia pada masanya.

Salah satunya adalah yang di kenal dengan “Mosi Integral Natsir” pada tahun 1950 yang digagasnya sebagai bukti nyata perjuangan dan pengabdiannya sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia.

Apa yang dilakukannya tersebut jelas bukanlah sesuatu yang kebetulan dan dicapai dengan cara yang instan, namun dimulai dan dilakukan dengan pikiran yang besar dan tindakan yang tepat.

Jiwa kepemudaan yang berbasis agama dan keindonesiaan dalam diri dan gegap gempita perjuangannya terbukti dalam pidato dan tiap tulisannya yang menyuguhkan bahwa indonesia harus berdasar keyakinan dan menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Untuk itulah bahwa baginya, “cita-cita seorang Muslim ialah menjadi hamba Allah dengan arti yang sepenuhnya, mencapai kejayaan di dunia dan kemenangan di akhirat.

Untuk mencapai tujuan itu, Tuhan memberi kita bermacam-macam aturan yang harus berlaku saat kita berhubungan dengan Tuhan, dan ketika berhubungan dengan sesama manusia”.

Maka “Pemuda” Memilih Ber GPII, Memilih Jalan Kemuliaan, adalah merupakan pilihan yang baik bagi pemuda islam. Pemuda yang menyadari bahwa kehadirannya di muka bumi ini sebagai wakil Tuhan yang bakal mengelola semesta dan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Menyadari bahwa kehendak mengambil bagian dari Gerakan Pemuda Islam adalah kebutuhan yang signifikan di dunia dan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan.

Itulah yang menjadi spirit perjuangan dan pengabdian generasi gerakan pemuda islam indonesia terdahulu yang musti di teladani oleh generasi kini dan berikutnya.

Seiring dengan perkembangan yang terjadi, maka tentulah kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia mempunyai tanggung jawab moral dalam melanjutkan misi kemanusiaan, keagamaan dan kebangsaan sebagai konsekwen ikrar sakral yang telah diucapkan.

Tidaklah berlebihan bahwa pada hakikatnya, siapapun yang memilih jadi bagian dalam Gerakan Pemuda Islam Indonesia adalah mereka yang mempunyai komitmen berjuang membangun kepentingan ideologi GPII juga agama dan bangsa pada umumnya.

Mereka yang menyadari bahwa menjadikan GPII sebagai tempat kerumunan untuk menempuh kepentingan jangka pendek merupakan penghianatan atas ikrar sakral yang telah diucapkan.

Mereka adalah kader Gerakan yang mempunyai integrasi pikiran keagamaan dan kebangsaan, dan mampu melihat dengan jelas antara masa kini dan yang akan datang. Itulah filosofi yang mesti ditangkap oleh para kader GPII dalam membangun dan melanjutkan kiprah Gerakannya.

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Filsafat Islam

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa