Pemerintahan Jokowi Cilaka Dua Belas

unduhanSalamuddin Daeng

Peneliti AEPI (Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia)

Pemerintahan Pokok-e Jokowi membahayakan kehidupan bangsa, aneh mengapa dibiarkan?

Ada beberapa hal yang nyata nyata membahayakan kehidupan bangsa dan negara saat ini yang merupakan kebijakan langsung pemerintahan Jokowi:

1. Menghapus batas batas negara baik bidang ekonomi maupun politik.

(a) Di bidang investasi Jokowi menghilangkan seluruh kebijakan yang sifatnya melindungi ekonomi, industri nasional dan usaha usaha nasional. Jokowi telah menyerahkan seluruh sektor ekonomi strategis dan penting melalui PERPRES tentang daftar negatif investasi. Hanya tinggal selokan yang tidak diserahkan penguasaanya kepada asing.

(b) Di bidang perdagangan Jokowi telah membuka seluruh ekonomi nasional bagi barang barang impor, sudah tidak ada lagi sektor yang dibatasi impornya. (c) di bidang kependudukan Jokowi telah membuka peluang asing memiliki hak milik atas tanah dan property, memberlakukan bebas visa, dan bahkan akan memberlakukan kewarganegaraan ganda. Ditangan Jokowi Indonesia merupakan rimba berantakan dimana yang kuat memakan yang lemah dan negara kuat memangsa Indonesia bulat bulat.

2. Menggadaikan negara dan aset aset negara bulat bulat dengan cara

(a) Menumpuk utang pemerintah secara ugal ugalan untuk mengejar ambisi bagi bagi proyek kepada lingkaran oligarki kekuasaan dengan cara sengaja merancang anggaran yang sangat ambisius agar memiliki kesempatan untuk mengambil utang yang besar.

(b) Tidak hanya utang pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN) juga dikerahkan untuk mengambil utang luar negeri secara ugal ugalan.  Padahal sekarang ekonomi melemah, Penerimaan pajak melemah, bumn menjelang bangkrut. Bagaimana mungkin dipaksa utang besar untuk memuaskan nafsu pemerintah. Kebijakan menumpuk utang pemerintahan Jokowi adalah pola untuk menyerahkan bulat bulat anggaran pemerintah dan BUMN dalam cengkeranan asing.

3.Jokowi menjalankan kebijakan penghancuran ekonomi rakyat caranya.

a) menggunakan dana pajak untuk mensubsidi BUMN melalui penyertaan modal negara (PMN). Dana PMN digunakan untuk membiayai swasta melalui kerjasama BUMN dengan swasta atau perusahaan perusahaan milik penguasa dan asing.

Selanjutnya BUMN melakukan bisnis komersial kepada rakyat. Semua BUMN menjual produk produk yang mereka hasilkan pada harga mahal untuk menutup biaya investasi, bunga utang, dll. Pendapatan dam daya beli rakyat dikuras dengan harga tol tinggi, ongkos transportasi tinggi, harga energi tinggi.

(b) disaat rakyat sudah sekarat, segala bentuk subsidi untuk rakyat dicabut, subsidi listrik dicabut, subsidi pertanian, pendidikan, kesehatan dicabut. Dalam sebuah iklan perusahaan asuransi di KRL JABODETABEK dikatakan bahwa 75 % pendapatan orang indonesia habis untuk biaya kesehatan.

Sementara biaya pendidikan dari usia dini sampai universitas telah membumbung tinggi hingga angkasa luar. Ditangan Jokowi penderitaan rakyat akibat mahalnya kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok sudah sempurna..

Padahal Jokowi hanyalah presiden yang dipilih separuh lebih sedikit jumlah pemilih atau hanya sebagian kecil dari warga negara Indonesia. Dia Jokowi dipilih karena janjinya yang sebagian besar sudah diingkari.

Mengapa dia dibiarkan secepat cahaya mengobral negara ini kepada asing, menghancurkan daya produktifitas rakyat supaya mudah dikuasai asing. Ini adalah sebuah kebodohan yang nyata!.

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa