Pasangan Ideal PDIP “Budi Waseso & Djarot Saiful Hidayat” Berpotensi Kalahkan Ahok

img-20160911-wa0036

Klikaktifis.com – PDIP partai yang bisa mengusung pasangan calon (paslon) secara tunggal tanpa koalisi melakukan manuver dan membuat kepanikan partai-partai lain.

Opini media yang dibangun untuk mengecoh serta mengukur respon publik yang dilakukan PDIP dimulai opini pengusungan Risma, menolak Ahok, pemecatan PLT DPD PDIP DKI.

Kepada redaksi, Minggu (11/8) Achmed S Anwar Presedium KM BIJAK mengatakan, mengusung Ahok kembali sampai terjadi kegaduhan di internal PDIP dan mengakibatkan aksi besar-besaran penolakan terhadap ahok dari warga tanah merah, simpatisan, kader grasroot partai berlambang kepala banteng ini menjadi dilematis elit-elit partai dan Megawati untuk mengusung Ahok

H-12 lagi pendaftaran paslon akan di buka oleh KPU membuat PDIP terus melakukan penyaringan dan seleksi paslon yang diusung untuk pilkada DKI 2017 nanti menjadi sebuah penantian publik yang tak sabar menunggu kepastian PDIP mengumunkan paslonnya, ungkap Achmed.

Menurutnya, ada sinyalemen bagus dan menarik perhatian ketika beberapa hari lalu di kegiatan sekolah calon kepala daerah PDIP di Wisma Kinasih, Depok Jawabarat.

Buwas salah satu pembicara yang diundang di acara tersebut, terlihat antusias dan apresiasi yang begitu tinggi kader dan elit-elit PDIP terhadap Buwas dalam memaparkan materinya.

Terbangunlah arah pengusungan Buwas untuk Cagub yang menjadi magnet seluruh elit-elit PDIP yang cocok dipasangkan oleh Djarot, cetusnya.

Menurut Sekjend PDIP Hasto Kristianto, pasangan Buwas dan Djarot memiliki Chemistry dalam memerangi Narkoba, selain itu Dua tokoh ini memiliki potensi dan pengalaman yang luar biasa di dunia pemerintahan dan birokrasi, terangnya.

Kata Achmed PDIP harus segera bersikap menentukan paslon yang akan di usung dan Buwas-Djarot lah paslon yang cocok untuk mengalahkan petahana dan menjadi magnet partai-partai lain untuk berkoalisi, diluar Gerindra, PKS, Nasdem, Hanura dan Golkar yang sampai saat ini belum mengusung paslonnya, tukasnya.

Dia menambahkan, Buwas terkenal akan profesionality yang tak diragukan kecerdasannya serta tegas tapi santun dan kita akui banyak prestasi yang didapati di instansi nya dari mulai kabareskrim dan sekarang menjabat kepala BNN Beliau Sosok Jenderal Profesional dalam mengemban amanah.

Begitu juga Djarot yang menunjukkan profesionalnya sebagai wagub DKI dan pengalaman sebagai legislatif serta 2 periode sebagai walikota blitar akan menjadi kelengkapan yang sangat luar biasa bagi paslon ini yang apabila PDIP mengusung Buwas – Djarot.

Djarot Saiful Hidayat dilahirkan pada tanggal 30 Oktober 1955. Meskipun ia dilahirkan di Gorontalo, Djarot pernah menjabat sebagai Walikota Blitar dalam 2 periode, dengan masa jabatan dari tahun 2000 hingga 2010.

Sebagai seorang pimpinan di kota Blitar, dia sangat membatasi adanya kehidupan metropolitan yang serba mewah di kotanya, seperti berdirinya Mall bertingkat-tingkat dan gedung-gedung pencakar langit. Dia lebih suka pedagang kaki lima yang mendominasi roda perekonomian di kotanya.

Dengan konsep matang yang telah ia rencanakan, dia berhasil menata 1000’an pedagang kaki lima yang dulunya kumuh di kompleks alun-alun menjadi tertata rapi. Rencana yang ia terapkan ternyata berhasil mendongkrak perekonomian di Blitar, tanpa adanya mall dan supermarket layaknya di kota-kota besar.

“Ditangan Paslon Buwas – Djarot yang Tegas, Santun dan Berpengalaman saya yakin DKI Jakarta Bersih dan Wibawa (BW) dan ini menjadi point penting bagi PDIP mempertahankan kejayaannya di DKI dan menjadi kabar baik kader-kader simpatisan dan kader-kader wong cilik”, tegas Achmed.

Buwas mempunyai basis massa yang kongkrit dari binaanya, dari mulai BNP, BNK dan relawan-relawan anti narkoba, sedangkan Djarot basis massa PDIP yang militan. Tidak ada lagi keraguan yang seharusnya di ragukan oleh Ibu Megawati dalam mengusung Paslon Buwas-Djarot di Pilkada DKI 2017 nanti. Demikian Achmed S. Anwar.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa