Panglima KOPMA GPII : Kami Siap Berjihad Ke Myanmar

IMG-20170905-WA0030Klikaktifis.com – Setelah mencermati tindakan militer Miyanmar terakhir-terakhir ini yang secara membabibuta melakukan tindakan kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Dimana tidak kurang dari 3000 orang melarikan diri ke perbatasan Bangladesh dan kurang lebih 800 orang yang telah menjadi korban, termasuk perempuan dan anak-anak oleh kebiadaban militer Myanmar di bawah komando Suu Kyi sang peraih nobel perdamaian 1991, seru Guntur Setiawan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) dari atas mobil komando dalam aksi di depan Kedubes Myanmar Jakarta, Selasa (05/09)

Sungguh ironis  tegas Guntur, negara yang dipimpin peraih nobel perdamaian bisa berubah menjadi sangat brutal, kejam, sadis dan tanpa prikemanusian ketika berkuasa.

IMG-20170905-WA0034

“Kami akan duduki kedutaan myanmar ini agar menjadi pesan bagi dunia jangan main main dengan nyawa manusia, HAM di tengah masyarakat dunia yang beradab di era demokratisasi ini”, sebut Guntur.

“Hei Myanmar negara teror, jika kau teruskan genosida masal pada saudara kami maka kami akan membalas dengan jauh lebih dahsyat terhadap kalian. Segera angkat kaki dari negeri kami yang cinta damai ini, negeri kami tak punya gempat bagi negara teror seperti kalian. Kami beri waktu 7 hari untuk segera kosongkan kedutaan”, teriak Guntur berapi-api.

Sementara itu di kesempatan yang sama M. Zulfikar Fauzi Panglima Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (Kopma GPII) menyerukan.

Pertama kata Mat Peci panggilan akrabnya, Mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil langkah cepat dan tegas atas tragedi kemanusiaan yang terjadi terus menerus di Miyanmar dan mengambil alih penanganan dari pemerintah Miyanmar yang terbukti secara meyakinkan tidak melakukan penanganan secara serius, bahkan terkesan melakukan pembiaran.

IMG-20170905-WA0033

Kedua, Mendesak Negara-Negara ASEAN untuk menyamakan sikap politik dan membekukan keanggotaan Miyanmar dari ASEAN.

Ketiga, Mendesak para aktivis HAM dan kemanusiaan di seluruh dunia untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus Genosida etnis Rohingya, sehingga treagedi kejahatan kemanusiaan ini bisa segera dihentikan.

Kermpat, Mendesak Pemerintah Bangladesh untuk lebih mengedepankan pertimbangan kemanusiaan dan membuka perbatasan untuk memberi kesempatan bagi etnis Rohingya sehingga bisa menyelamatkan diri dari kebrutalan militer Miyanmar.

Kelim, Meminta kepada Pemerintah Indonesia, demi alasan kemanusiaan untuk mempertimbangkan secara sungguh-sungguh dan mendalam tentang pemutusan hubungan diplomatik dengan Pemerintah Miyanmar.

Keenam, Meminta tragedi pembantaian ini di bawa ke Mahkamah Internasional.

Ketujuh, Mencabut Hadiah Nobel Perdamaian untuk Aung San Suu Kyi Hadiah itu patut dikembalikan karena peraihnya dianggap melakukan pengkhianatan dari esensi Nobel Perdamaian dengan membiarkan tragedi Rohingya terjadi di depan matanya.

IMG-20170905-WA0025

Kedelapan, Menghimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk bersikap dan berbuat, sebagai perwujudan dari ukhuwwah Islamiyah dalam meringankan beban saudara-saudara kita muslim Rohingya sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

“Kami korps Mahasiswa ( Kopma GPII ) siap berjihad fil sabililah dan mengajak para mujahiddin dengan membuka pendaftaran jihad ke Myanmar dalam membantu umat muslim rohingya”, pungkas pria kece ini.

Di ketahui, siang tadi puluhan masa Kopma GPII menggeruduk kedutaan Myanmar. Mereka memaksa masuk kedalam kedutaan tapi dihalangi polisi dengan kawat berduri mengelilingi gedung kedutaan.****

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa