Nasir : Sasaran Teror bom Bunuh Diri Adalah Simbol Negara & Pemerintahan

images (2)
Ilustrasi/net

Klikaktifis.com – Bom Kampung Melayu yang terjadi pada Rabu malam 24 Mei 2017 terjadi bertepatan dengan hari ulang tahun Badan Intelijen Negara (BIN) ke-71.

Suatu peristiwa yang sangat kebetulan, dalam laporan sementara hasil olah TKP dalam insiden bom bunuh diri tersebut menewaskan 2 orang yang di duga sebagai pelaku, 3 orang anggota Polri, serta beberapa orang warga sipil mengalami luka-luka.

“Aksi-aksi terror seperti ini terjadi karena situasi politik Jakarta yang belakangan ini memanas. Saling memojokan, adanya tuduhan makar, anti pancasila, serta tudingan yang diarahkan ke ulama serta anti terhadap gerakan Islam bisa saja menjadi pemicu insiden bom kampung melayu”, ujar Nasir SH Direktur Lembaga Kajian Strategis Indonesia (LKSI) kepada redaksi, Rabu malam (24/05).

Menurut Nasir, melihat dari lokasi dan target, pelaku bom bunuh diri menyasar simbol-simbol pemerintah dan Negara, hal ini terlihat dengan tewasnya beberapa anggota polri, serta lokasi pengeboman dilakukan di fasilitas publik yakni halte bus transjakarta, ujar Nasir yang pernah balajar di Kajian Stratejik Intelijen Pascasarjana Universitas Indonesia.

Kalau di tahun 2000 an sambung Nasir, aksi bom bunuh diri dilakukan oleh generasi teror yang terlatih, serta memliki perencanaan yang matang dan terencana.

Targetnya adalah simbol simbol barat, Berbeda dengan saat ini yang yang dilakukan cenderung sporadik, tidak memiliki jaringan yang organik dan targetnya adalah simbol-simbol Negara dan pemerintah. Demikian Nasir.

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa