Mensos Maju Pilgub Jatim, Jokowi Belum Mau Komentar Karena Belum Ketemu

images (6)Klikaktifis.com – Presiden Joko Widodo mengaku belum membicarakan soal kemungkinan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa maju dalam pemilihan gubernur (pilgub) Provinsi Jawa Timur.

“Saya belum ketemu, masalah itu jadi saya belum bisa bicara,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (10/08) seperti di lansir antara.

Khofifah saat ini menjadi salah satu kandidat yang disebut-sebut maju sebagai cagub dalam Pilgub Jatim. Selain Khofifah, muncul juga nama Wakil Gubernur Jatim saat ini Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjadi cagub.

“Tentu saja nanti saya ketemu, iya kan? Baru saya bisa ngomong, belum ketemu bagaimana bisa ngomong,” tambah Presiden singkat.

Presiden juga tidak menjawab saat apakah ia sudah menerima surat pengunduran diri dari Khofifah untuk maju sebagai cagub Jatim.

Beberapa partai misalnya Golkar dan Nasdem sudah menyatakan minat mengusung Khofifah sebagai cagub dalam Pilgub Jatim. Namun langkah Khofifah untuk maju terhalang oleh Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengaku ia sudah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo agar tidak mengizinkan Khofifah maju dalam Pilgub Jatim.

Selain dari parpol, Khofifah juga sudah mendapat dukungan dari sejumlah kiai untuk maju sebagai cagub Jatim, salah satunya dari pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin.

Bukan hanya Khofifah dan Gus Ipul, sejumlah tokoh juga sudah mulai mendaftarkan diri ke partai-partai sebagai cagub misalnya mantan Kepala Biro Umum Sekretaris Militer Presiden, Komisaris Besar Polisi Syafiin (Gus Syaf) mendaftar melalui Partai Golkar.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim La Nyalla Mattalitti mendaftar sebagai bakal calon gubernur Jatim melalui Partai Demokrat. Demokrat juga sudah menerima pendaftaran Nurhayati Assegaf dan Nurwiyatno.

Diketahui seperti hasil survey yang di lansir Indonesia Development Monitoring (IDM) Dari sisi popularitas, Saifullah Yusuf yang saat ini menjabat wagub Jatim hanya memperoleh sebanyak 81,3 persen dukungan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebanyak 88,7 persen, dan Khofifah Indar Parawangsa yang masih menjabat menteri sosial mendapat 88,9 persen.

Sementara, mantan Ketua PSSI La Nyalla Mataliti memiliki tingkat popularitas 88,8 persen, kemudian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebesar 51,7 persen, dan Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nachrawi 53,7 persen, juga Kusnadi yang merupakan ketua DPD PDI Perjuangan Jatim memiliki tingkat popularitas 50,3 persen.

Tingkat akseptabilitas masyarakat Jatim menunjukkan nama Saifullah Yusuf hanya diterima oleh 61,7 persen responden, sedangkan La Nyalla Mataliti mendapat 76,9 persen.

“Ini menunjukkan La Nyalla Mataliti tokoh yang paling banyak diterima oleh masyarakat Jawa Timur dibandingkan dengan Tri Rismaharini yang hanya memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 70,7 persen. Kemudian Khofifah Indar Parawansa 75,5 persen, lalu Imam Nachrawi 51,2 persen, serta Abdullah Azwar Anas sebesar 50,3 persen dan Kusnadi 47,3 persen,” papar Andri.****

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa