Mengkritisi Stetmen Ustd. Alfian Tandjung, Benarkah Jokowi PKI ?

imagesFoto : panjimas

Oleh

Martimus Amin

Pengamat Hukum dan Politik

Setelah dibebaskan oleh Pengadilan Negeri Surabaya, al Mukarom Ustadz Alfian Tandjung kembali ditangkap oleh Polisi Polda Metro Jaya dengan tuduhan yang sama ‘ujaran kebencian’. Bagaimana  kita melihat penangkapan tersebut?

Tentu tindakan aparat antek rezim ini memperlakukan para pejuang demokrasi tersebut dipandang sangat berlebihan. Suatu kritik dalam kehidupan bernegara demokrasi adalah suatu hal wajar dan lumrah sajam

Jika mereka menilai dengan alasan indonesia adalah negara hukum, bagi setiap pihak yang melakukan kritik termasuk mengingatkan bahaya laten komunis dianggap melanggar hukum, maka  tentunya negara harus memberikan perlakuan yang adil dan sama terhadap mereka yang melakukan perbuatan serupa.

Sebagaimana pidato provokatif Victor Lesiskodat yang menyebut empat partai ‘Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS sebagai pendukung khilafah.

Belum lagi pernyataan-pernyataan rasial para warga keturunan sebelumnya yang telah dilaporkan kepolisian. Pertanyaannya, kenapa  dibiarkan dan tidak pernah diambil tindakan apapun.

Bukankah sebagai negara hukum juga  harus menghormati prinsip persamaan hak warga negara dihadapan hukum.. Terkecuali hukum hanya dijadikan sebagai alat komoditas dan ermainan penguasa.

Juga, bukankah jika Ustad Alfian Tandjung menyatakan presiden  jokowi PKI itu memiliki dasar. Jika  ditilik dari latar belakang keturunan dan parpol pendukungnya yakni PDI.

Jika itu tidak benar maka jokowi dapat membantah hal tersebut secara tegas dengan melakukan tes DNA. Sehingga  membuat publik yakin jokowi adalah pancasilais sejati.

Bukan keturunan tokoh PKI seperti rumor selama ini. PDIP pun dapat menerbitkan buku bantahan ilmiah partainya bersih dari unsur infiltran komunis.

Terlepas dari stetmen Ustad Alfian
Publik selama ini telah kadung meyakini Jokowi sebagai keturunan PKI. Sebab, salah satu ciri menghalalkan segala cara, doyan mengelabui rakyat dengan janji kampanyenya.

Setelah terpilih malah negara dan rakyat semakin terpuruk. Persis bukan dengan kelakuan pemimpin partai komunis saat berkuasa sebagaimana terjadi dibanyak negara.

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa