Membuka Tabir ‘Seracen’

unnamedIst/net

Catatan Redaksi

Apa Itu Saracen?

Saracen tidak pernah di kenal orang sebelumnya. Jangankan dikenal, mendengar namanya saja terasa asing bagi masyarakat. Tapi tidak bagi dunia Media Sosial/Medsos, khususnya dunia Cyber.

Saracen menjadi terkenal dengan ditangkapnya salah satu Pegiat Sosmed di Pekan Baru, Riau, bernama Jasriadi. Dari situ mulailah dunia kenal Saracen.

Mulai dari tokoh politik sampai para Pejabat Negara semua menjadi kenal Saracen.
Mulai media lokal sampai media negara, semua membahas Saracen.

Tapi mereka hanya sekedar kenal nama, tapi tidak mengenal dan mengetahui apa itu Saracen dan apa saja kegitan Saracen di dunia maya. Mereka tahu kegiatan Saracen hanya berdasarkan pemberitaan media yg belum bisa di buktikan kebenarannya.

Media ini menggiring opini publik tentang Saracen sebagai kelompok yang menyebarkan berita bohong, hoax, sara, provokasi dan lain-lain.

Itu opini publik yang dibentuk media seolah-olah media telah mengindoktrinasi para pembacavsecara implisit dengan kata-kata tuduhan tersebut.

Jika kita berpikir cerdas mungkin tidak begitu mudah termakan opini media yg hanya mengambil satu pandangan kelompok saja.

Maka, silakan lihat situsnya SaracenNew.com dan carikan berita hoax, sara, provokasi dan lain-lain dalam media tersebut.

Beda dari media yang dipelihara Penguasa saat ini, seperti Seword, Berita Teratas, Berita Satu, Forum Jokowi, Hetree.com dan masih banyak lagi, yang menyebarkan hoax, sara dan provokasi yang menjadi peliharaan Penguasa saat ini.

Saracen adalah satu kumpulan para Pegiat Sosmed sebelum ada Muslim Cyber Army (MCA). Sebelum MCA, mereka telah ada dan telah memerangi semua kebohongan, hoax, fitnah, hinaan terhadap agama, ulama, tokoh politik dan negarawan.

Yang dilakuan oleh “kelompok pendukung penguasa” dan “kelompok pendukung Ahok”.
Silakan lihat beberapa grup di Media Sosial yg diisi oleh “kelompok-kelompok pendukung penguasa dan Ahok” itu.

Pasti di sana banyak fitnah, penghinaan, hoax dan lain-lain yg mereka buat untuk menyerang mereka “yang ada di luar pemerintah” atau mereka “yang berseberangan dengan kebijakan pemerintah”.

Draft Kepengurusan Saracen itu menjadi menghebohkan jagat raya ini, karena di dalamnya tercantum nama beberapa tokoh masyarakat.

Draft tersebut sebenarnya disusun hanya sebagai suatu bentuk wacana atau rencana, jika Saracen ini nantinya akan dilegalisasi menjadi perkumpulan atau organisasi.

Tapi dengan berjalannya waktu, dan tiadanya kejelasan dan kepastian terhadap kelanjutan perkumpulan Saracen tersebut, pembahasan draft tersebut tidak berlanjut. Para Pegiat Sosmed yang ada di Saracen berjalan sendiri-sendiri, sekalipun tidak memutuskan tali silatulrahim.

Tentang masalah dana dan pembiayaan bagi para pegiat Sosmed yang ada di Saracen, itu semua murni memakai atau menggunakan dana sendiri.

Baik untuk membeli maupun mengisi paket kuota internet di HP masing-masing.
Saracen tidak dibayar siapa pun dan tidak menerima bayaran apa pun.

Saracenlah yang membantah berbagai kebohongan yg dibuat oleh Penguasa dan yang disebar-luaskan oleh para Pendukung Penguasa.

Kenapa Saracen keras melawan penguasa?! Karena Saracen tahu “jika kekuasaan didapat dengan cara berbohong dan menipu”, maka jangan harap ada kejujuran oleh Penguasa saat ini.

Mereka akan terus menciptakan kebohongan demi kebohongan untuk menutupi kebohongan-kebohongan yg mereka buat sebelumnya.

Mari kita lihat bagaimana ke depannya masalah Saracen ini. Apa pihak Penegak Hukum sudah bisa membuktikan apa saja yang selama ini beredar, dan yang sudah dipublikasikan oleh Media?!

Kita juga sama-sama tahu kalo pihak Penegak Hukum telah membuka Posko pengaduan korban Saracen. Jadi, sesudah lebih dari satu minggu, sdh berapa orang yg melaporkan sebagai korban Saracen?!

Kenapa Saracen ini diangkat ke publik dan membuatnya menjadi berita yang amat sangat heboh?!

Tentulah punya tujuan tersendiri:

1. Untuk membungkam suara aktifis di Media Sosial

2. Untuk memfitnah tokoh dan partai politik tertentu

3. Untuk menutupi kegagalan Pemerintah saat ini, dan

4. Supaya leluasa bagi para Pendukung Penguasa dan Penguasa saat ini dalam menyebarkan berita hoax dan membohongi rakyat.

Saracen, suatu kelompok Cyber Army yang ada jauh sebelum MCA (Muslim Cyber Army) ada, mereka telah melakukan apa yang dilakuan MCA saat ini.

Source : FB/mars

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa