Megawati Jangan Pilih Ahok

images-9Catatan Selasa pagi.

Oleh: Muslim Arbi

Koordinator GALAK, Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi

Megawati Jangan Pilih Ahok, ini adalah nasehat yg paling pas buat Mba Mega. Kenapa penulis Berikan masukan seperti ini kepada Megawati sebagai Ketum PDIP? Setidaknya ada tiga Hal sebagai pertimbangan.

Pertama, Ahok telah menjadi Common Enemy, Musuh Bersama.

Kedua, Umat Islam sebagai Mayoritas Pemilik Suara di Negeri ini sangat membenci Ahok, terutama Warga DKI sebagai Pemilik Suara pada Pilgub 2017 Mendatang.

Ketiga, Jika Megawati tetap menjatuhkan Putusan PDIP untuk mencagubkan Ahok, maka akan merusak suara PDIP di DKI dan suara PDIP pada Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang.

Ahok telah menjadi Common Enemy, itu terlihat dari betapa ketat nya pengawalan oleh Pasukan Bersenjata saat Ahok Turun ke Wilayah DKI. Ini berbahaya bagi seorang Pejabat yg sudah kadung menjadi musuh Rakyat.

Bahkan Tokoh Reformasi, Amin Rais saja sdh anggap Ahok sebagai Dajjal.

Karena Pikiran, sikap, tindakan dan Putusan nya sebagai Gubernur DKI, dianggap Zalim, Menindas, Arrogan, melawan semua lembaga Negara, merasa paling benar sendiri, dan tidak mau mendengar Orang Lain.

Seakan akan di Negeri ini hanya Ahok lah yg paling benar dan semua nya salah.

Oleh karena nya Ahok sdh mendapat stempel sebagai Musuh Bersama.

Selain di atas, Ahok di anggap Publik, di dukung Istana atas sejumlah Kasus Korupsi seperti, Taman BMW, Sumber Waras, Reklamasi, Tanah Cengkareng dsb.

Suara Penolakan yang di sampai kan oleh Tokoh2, Umat Islam DKI karena perilaku rusak dan sebagai Gubernur DKI, dari Kalangan Aktifis, Mahasiswa, dan sejumlah Tokoh dan Warga Keturunan patut di pertimbangan oleh Megawati.

Memang sekarang Golkar, Nasdem dan Hanura sudah duluan suara kan Dukungan terhadap Ahok, tapi itu justru tidak berpengaruh pada hasil survei belakangan ini. Malah dari Survei Ahok semakin menurun. Itu artinya kredbilitas tiga parpol ini tidak punya pengaruh meski sdh nyata kan dukungan terhadap Ahok.

Dengan berbagai paparan di atas maka meng akhiri catatan ini, penulis sarankan agar Megawati Jangan Putuskan Ahok sebagai Cagub dari PDIP.

Surabaya, 20-09-2016

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa