Medan, Kota Yang Kehilangan Identitas

Bang Rasyid Halo 20170723_134956Abdullah Rasyid

(Sekretaris Nasional Boemi Poetera dan Panggagas Gerakan Bangga Medan)

Dua hari lalu, saya dan beberapa teman berkesempatan ‘pulang’ ke Medan. Aktifitas rutin selain tugas bisnis, tentu kembali keliling Medan menikmati Wisata Kuliner yang tidak boleh ditinggalkan, karena di Medan cuma ada 2 (dua) jenis makanan saja, 1. Enak, 2. Enak Kali.

Ada yang cukup memperihatinkan ketika berkeliling kota Medan. Kami mendapati satu persatu Bangunan dan Situs khas Kota Medan mulai dihilangkan, dirobohkan, diganti atau bahkan dihancurkan…

Gedung-, gedung kuno di Daerah Kesawan, mulai berganti ruko-ruko, Gedung Balai Kota yang terlihat kental arsitektur Eropa dan menjadi kebanggaan Kota Medan juga sekarang sekedar menjadi Fasad Hotel Aston.

Vila Kembar peninggalan Belanda di jalan Pangeran Diponegro pun kini hilang dan menjelma menjadi Hotel Adimulia, serta yang lebih memprihatinkan di dekat Bangunan Khas Kota Medan yang dulu dikenal sebagai Titi Gantung, berdiri Megah sebuah Vihara.

Dibangunnya gedung modern sebagai bukti kehilangan identitas, entah mall atau hotel berbintang. Medan memiliki kenangan indah mengenai ruang terbuka hijau. Di kota ini, hingga pertengahan tahun 1990 an masih mudah menemukan ruang terbuka hijau.

Taman-taman kota masih menguasai areal perkotaan sebelum akhirnya hari ini taman-taman itu berganti dengan bangunan, bahkan Lapangan Merdeka salah satu ruang publik yang tersisa pun kini disewakan dan digunakan untuk tempat usaha. Kesannya pemerintah memang senang merobohkan dan mengganti dengan yang baru.

Dari pendekatan kultural, jiwa kota ini sudah dihilangkan… sok modern, sok gaul dan sokmaju..

Dari pendekatan sejarah, menghilangkan bukti-bukti sejarah dan sudah menabrak peraturan cagar budaya…
Dari pendekatan tata kota dan estetika, sudah tidak jelas arah hendak kemana biduk kemudi diarahkan….

Ingatan kolektif telah diputuskan… nurani telah dicampakkan…

Lihatlah kota-kota besar dunia…. gedung lama tidak dibongkar bahkan dirawat…. gedung moden dibangun bukan menumpuk di kota tapi bergeser kepinggir kota… ekonomi berputar… khas kota tetap terawat..

Selamat datang generasi baru… generasi tanpa identitas….

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa