Marasabessy : Kapolri Harus Usut Tuntas Mie Instan Mengandung Babi

IMG-20170619-WA0019
Ilustrasi/net

Klikaktifis.com – Musa Marasabessy Komandan Bang Japar (Kebangkitan Jawara Dan Pengacara) Jakarta Timur meminta Kapolri mengusut tuntas peredaran mie instan mengandung babi. Selain meresahkan masyarakat, mie instan mengandung babi dari Korea Selatan juga melangggar sejumlah Undang-Undang.

“Ini masalah serius dan penangannya pun harus serius, berbagai instansi terkait harus mengusut tuntas termasuk Kemenag dan Kementerian Perdagangan. BPOM Jangan hanya sekadar menarik dari peredaran, distributor dan para pedagang harus diberi sanksi sesuai aturan perundang-undangan,” tegas Marasabessy.

Musa mengaku sangat geram dengan kondisi ini. Menurut dia, mie instan mengandung babi asal Korea Selatan itu juga telah menipu konsumen. Sebab, kemasan mie menggunakan bahasa Korea, sehingga sulit dipahami masyarakat Indonesia.

“Jadi, harus ada proses pidana. Apalagi dijual di komunitas Muslim. Dalam Undang-undang Jaminan Produk Halal, semua produk harus ada sertifikasi halal,” tegas pria asal Ambon ini.

Keempat produk mengandung babi itu yakni Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

“Jika ditemukan ada unsur pelanggaran hukum maka harus dilakukan tindakan hukum kepada semua pihak yang bertanggung jawab Termasuk BPOM RI,” kata Marasabessy, .

Marasabessy mengatakan, Bang Japar.memberikan penghargaan dan apresias i kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah berhasil mendeteksi empat mi instan mengandung babi tersebut.

Namun Bang Japar Juga meminta BPOM RI Untuk Serius Perintahkan Kepada Infortir menarik kembali produknya dari pasaran. BPOM juga harus segera mencabut izin edar empat produk mi instan asal Korea itu.

“Langkah-langkah tersebut adalah bentuk perlindungan terhadap konsumen muslim yang memang dilarang mengonsumsi makanan yang mengandung unsur babi”, cetusnya.

Bang Japar juga mengimbau kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan.

“Masyarakat arus cermat membaca kandungan atau daftar ramuan makanan yang tertulis di bungkus kemasan pada setiap produk makanan, agar tidak tertipu oleh produk makanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh agama”, pungkas Musa.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa