Marasabessy : Jangan Jadikan Ahok Sebagai ‘Dewa’ Hingga Persaudaraan Di Maluku Ternodai

IMG-20170513-WA0003Klikaktifis.com – Reaksi Para Pendukung Ahok setelah putusan Pengadilan Jakarta Utara soal kasus penistaan agama dengan hukuman 2 tahun penjara dinilai terlalu berlebihan, ujar Musa Marasabessy komandan Kebangkitan Jawara dan pengacara (Bang Japar) Jakarta Timur dalam perbincangan dengan redaksi, Minggu (14/05).

Menurut Musa, sebagai negara hukum, sebaiknya para pendukung ahok menerima putusan ini dengan lapan dada dan melakukan upaya hukum bukan perbuatan melawan hukum.

Jauh sebelum putusan ini dibacakan mereka sering mendengunkan bahwa mereka cinta NKRI cinta Kebihnekaan tapi fakta nya setelah putusan PN Jakarta Utara dimana dalam amar putusan nya menyatakan menghukum ahok dengan hukuman dua tahun penjara dan memerintahkan agar ahok ditahan, para pendukung ahok ini bertindak sudah jauh dari apa yang selama ini mereka opinikan.

“Sebagai warga negara yang baik sebaiknya kita jadikan hukum sebagai panglima tertinggi di negeri ini, maka kita diwajibkan menghormati apapun keputusan hakim”, tegas Alumni kerusuhan Ambon ini.

Marasabessy mengajak, mari kita rawat kebihnekaan ini dengan baik. NKRI adalah harga mati. Pasca putusan ini mari kita semua menghormati hukum dan terus kita berbuat baik bagi bangsa dan negara, jangan lagi terkotak-kotak, sebutnya

Acara bakar lilin di sejumlah daerah tambah Musa, adalah cara-cara tradisional dan ini bukan upaya hukum tapi malah bisa berujung pada perbuatan melawan hukum.

Marasabessy yang juga tokoh Pemuda Maluku di Jakarta menghimbau, para pendukung ahli di Maluku untuk tidak melakukan hal sama.Mari kita jaga kondisi Maluku yang sudah aman dan damai.

“Jangan jadikan Ahok sebagai dewa sehingga persaudaraan di Maluku ternodai kembali”, cetus Musa.

Musa mengatakan, Ahok di dukung oleh jaringan kristen radikal di tingkat nasional di bawah komando Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) seperti dalam pernyataan media mereka.

Bahkan kini di dukung jaringan kristen radikal internasional di Belanda, Uni Eropa bahkan PBB. Kini Ahokers mau berdemonstrasi di seluruh dunia.

“Jadi yang mau merusak NKRI itu siapa? Yang mau merusak toleransi beragama itu siapa? Yang anti kebhinekaan itu siapa? Pasti Ahokers dan jejaring pendukungnya yang di dukung oleh jaringan kristen radikal internasional. Kita tak usah ragu-ragu mengungkapkan fakta yang memang begitu adanya”, tukas Marasabessy.

Musa menegaskan, siapapun kelompok yang mau merusak NKRI, merusak citra Indonesia, merusak toleransi dan hukum Indonesia akan kami hadapi dan kami perangi apapun resikonya.

“NKRI harga mati dan harus di selamatkan apapun taruhannya”, tegas Musa.****

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa