Maraknya Penggusuran PKL Otentik Khianati Pembukaan UUD 1945

IMG-20160710-WA0004
Foto : ilustrasi/net

Klikaktifis.com – Indonesia lahir sebagai bangsa dan negara tidak lain dan tidak bukan diperuntukan kecuali  untuk melindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mengantarkan bangsa Indonesia bermartabat, sejajar dan unggul terhadap bangsa-bangsa lain di dunia.

Namun sungguh sangat disayangkan amanah yang sangat luhur, mulia dan nyaris sempura Pembukaan UUD 1945 (amanah cita-cita bangsa Indonesia) belum pernah menjadi pijakan dasar dan titik tolak dalam tata kelola bangsa dan negara Indonesia sejak merdeka 17 Agustus 1945 hingga saat ini.

Walau ada Pancasila, UUD 1945, dan sudah ada Perpres RI 125/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL namun tata kelola PKL di Indonesia tak beranjak bergeser dari paradigma penggusuran ke paradigma penataan PKL.

Apa yang terjadi saat ini, makin maraknya penggusuran PKL di Jakarta, Bandung, Tangerang Selatan, Jambi, dan berbagai wilayah di Indonesia bukti otentik telah terjadi pengkhianatan Pembukaan UUD 1945, tegas Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed di Jakarta Sabtu (9/7)

Menurut Ali, PKL (rakyat sendiri) digusur dimana-mana, sebaliknya ritel modern (kongsi kapitalis multinasional asing) membludak diseluruh pelosok tanah air.

Naif, piluh dan makin membopengkan wajah Ibu Pertiwi, rakyat yang mandiri mengail rezeki halal nafkahi keluarga dan biayai sekolah generasi penerus bangsa Indonesia digusur semena-mena, ditindas dinegerinya sendiri. Sedangkan ritel modern – kongsi kapitalis multinasional asing diberi KARPET MERAH dengan kebijakan deregulasi perlonggar ijin ritel modern.

PKL tak pernah merdeka di negerinya sendiri. Bahkan diperlakukan diskrimintaif dan jadi korban tata kelola bangsa dan negara yang selalu bulan madu dengan kongsi kapitalis multinasional asing.

Bukan hanya itu, PKL juga menderita diatas kehidupan gemerlap dan foya-foya para elit negeri yang acapkali sudah terhukum masuk hotel prodeo (penjara) atas tindakannya menggarong uang rakyat dan uang negara, serta menggadaikan bangsa dan negara. Apapun adanya.

Apapun resikonya, APKLI takkan bergeser sejengkalpun melindungi PKL dan Ekonomi Rakyat, serta mengembalikan kedaulatan ekonomi bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari cengkraman bangsa asing dan para pelacur anak negeri sendiri”, geram Ali dokter ahli kekebalan tubuh jebolan FK Unibraw Malang dan FK UI Jakarta.

Dia menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan guna mendorong Negara RI dan parapihak pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-bersama MENATA DAN BERDAYAKAN PKL, bukan menggusur dan jadikan PKL sebagai tumbal penjajahan ekonomi rakyat Indonesia, tuturnya.

Ingat, Merah Putih tak boleh kusut apalagi robek, ekonomi rakyat dan kedaulatan bangsa tak boleh direnggut bangsa asing, serta eksistensi dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 tak boleh dirongrong secuilpun oleh bangsa asing.

Bagi APKLI, PKL dan tentunya bagi segenap bangsa Indonesia adalah HARGA MATI!!! Rawe-rawe rantas, malang-malang, makin memerah darah ini, dan makin memutih tulang ini.

Kami sangat meyakini, insyaAllah sejarah akan berputar kembali dan buktikan kembali bahwa Bangsa ini mampu mengalahkan dan mengusir bangsa penjajah bahkan yang terkuat didunia sebagaimana pada abad ke XIII tatkala Raden Wijaya berhasil memukul mundur dan menumpas 30.000 bala tentara Kubilai Khan”, pungkas Ali lelaki eksentrik dan sahaja asli Mojokerto Jawa Timur.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa