Mama Mega : Segera Tangkap Syamsul Nursalim & Kaki Tangannya Boyke Gozali, Ayin

IMG-20170523-WA0023Klikaktifis.com – Perjuangan untuk mendapatkan hak atas tanah di kav. 63 Jl. Jenderal Sudirman Jakarta Selatan dilakukan selama 19 tahun oleh PT. Harangganjang, perusahaan yang dimiliki oleh mantan wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Mayjen (Purn) Eddie M. Nalapraya.

“Penyerobotan tanah di kavling 63 jl. Jenderal Sudirman Jakarta yang dilakukan oleh PT. Graha Metropolitan Nuansa (GMN) dimana Artalita Suryani (Ayin) yang menjabat sebagai direktur utamanya harus batal demi hukum”, ujar Agus Harta Koordinator Mahasiswa Melawan – Mega Koruptor BLBI (Mama – Mega Koruptor BLBI) saat di temui dalam aksinya di gedung KPK Jakarta, Selasa (23/05).

IMG-20170523-WA0012

Agus menjelaskan, tanah dikavling tersebut secara kepastian hukum milik PT. Harangganjang. Bahwa PT. Graha Metropolitan Nuansa (GMN) terbukti telah menyerobot sebidang tanah di kavling 63 di Jl. Jenderal Sudirman seluas 5.236 meter2 tanggal 16 september 1996.

PT. Harangganjang (HG) adalah pemilik sah atas tanah kavling 63 di Jl. Jenderal Sudirman seluas 5.236 m2 yang diperoleh melalui pembebasan tim pemda DKI dan masyarakat. PT. Harangganjang (HG) memperoleh SIPPT dari Gubernur DKI Jakarta tanggal 30 mei 1996.

IMG-20170523-WA0026

 

Saat itu pihaknya juga melakukan pemagaran lokasi dengan didampingi aparat pemda DKI tanggal 13 september 1996. Kemudian diserobot oleh PT. Graha Metropolitan Nuansa (GMN) tanggal 16 september 1996.

PT. HG memenangkan gugatan dipengadilan Tata Usaha Negara No. 44 PK/TUN/2000 dengan amar putusan bahwa SIPPT Harangganjang (HG) adalah pemilik sah atas tanah tersebut demi hukum dan sudah mempunyai keputusan hukum tetap.

Gubernur DKI Sutiyoso mengeluarkan SIPPT kepada PT. GMN atas kavling yang sama tanggal 3 oktober 2007. BPN mengeluarkan keputusan pemberian SHGB kepada PT. GMN tanggal 22 oktober 2007.

IMG-20170523-WA0028

Sertifikat HGB atasnama PT. GMN terbit tanggal 25 Oktober 2007.
Namun, fakta hukum tersebut harus ternodai oleh perilaku mafia hukum pertanahan dalam penerbitan SIPPT dan SHGB PT. GMN.

Adanya rekayasa informasi yang disampaikan oleh kepala biro hukum DKI (Jornal Efendi Siahaan) yang tidak mencantumkan dalam legal opini ke Gubernur adanya SIPPT yang masih sah secara hukum dan sudah berkekuatan hukum tetap sesuai putusan PK TUN no.44 tahun 2000 yang memenangkan Gubernur DKI (selaku permohonan PK) dan PT. Harangganjang (HG).

Demikian juga dengan rekomendasi dari kakanwil BPN DKI (Managam Manurung) yang tidak mencantumkan adanya putusan peninjauan kembali pidanan no. 6 PK/PID/1998 danpenolakan GRASI olehpresiden RI tanggal 1 agustus 2000 yang menghukum H. Abdul Aziz 7 bulan penjara karena pemalsuan Girik C no. 87 persil 8 atas nama Romli

IMG-20170523-WA0024

bin Kiming dan Cessie no. 55 tanggal 6 februari 1990 yang dibuat dihadapan notaris Warda Sungkar di Jakarta yang sudah diputuskan cacat hukum.
Perolehan atas hak tanah yang cacat hukum dan mempunyai kekuatan hukum tetap ini secara terang-terangan dimasukkan oleh PT. GMN dalam permohonan hak atas tanah di kav. 63 jl. Jenderal Sudirman peruses pemberian SIPPT.

Keputusan BPN dan terbitnya SHGB berlangsung hanya dalam waktu 3 minggu, dimana biasanya memerlukan waktu minimal 3 sampai 6 bulan dan tidak melalui prosedur yang berlaku (pengumuman media seperti Koran dan tv).

Kemudian rekayasa dari Jornal Efendi Siahaan dan Managam Manurung dilakukan, sehingga terbit SIPPT dan SHGB atas nama PT. GMN sangat merugikan PT. Harangganjang karena berpengaruh pada peruses perdata, TUN, dan laporan pidana dikepolisian.

“PT Harangganjang juga telah memenangkan perkara perdata peninjuan kembali no. 169 PK/Pdt/2008 (yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap) tanggal 3 april 2009 dengan amar putusan.Yang menegaskan PT. Harangganjang adalah pemilik yang sah dan satu-satunya atas tana hkav.63 di jl. Jenderal Sudirman – Jaksel”, sebut Agus.

Berkaitan hal tersebut kami tegas Agus, dari Aliansi Mama Mega Koruptor BLBI mendesak kepada KPK agar,

Pertama kata Agus, segera memeriksa & tangkap Boyke Gozali (operator money laundry), Artalyta Suryani (ayin) selaku makelar kasus/ kurir, Itjih (istri Syamsul Nursalim), antek-antek Syamsul Nursalim dalam mengelola uang haram BLBI.

Kedua, segera memeriksa dan menangkap Syamsul Nursalim koruptor dana BLBI senilai Rp 28 Triliun yang sudah dibayar dengan asset-aset yang tidak ada manfaatnya didaerah, dan sisanya yang harus diselesaikan 4,758 Triliun bukan 3,7 Triliun seperti yang dikatakan KPK.

Ketiga, Mendukung KPK untuk segera melakukan sita jaminan atas aset-aset milik Syamsul Nursalim yang dikelola oleh kaki tangannya antara lain,

– PT. Mitra Adi Perkasa Tbk (Sogo Dept Store, Seibu Dept Store, Starbuck, Krispy Cream Donuts, Pizza Marziano),

– Tanah seluas 5.236 meter milik PT. Harangganjang kav. 63 kepunyaan Mayjen (purn) Edie M. Nalapraya mantan wagub DKI yang telah diserobot oleh PT. Graha Metropolitan Nuansa milik Syamsul Nursalim yang dikelola oleh Boyke Gozali dan Artalita Suryani (ayin)

– Tanah sebelah Sahid Jaya Hotel, Jl.Sudirman setelah Le Meridien Hotel, dalam konstruksi yang awalnya akan digunakan sebagai kantor pusat BDNI (Bank Dagang Nasional Indonesia).

PT. Graha Metropolitan Nuansa, pemilik Jl. Jend Sudirman Kav 64, 65, 66 Jakarta (tanah kosong 3 ha) sertifikat HGBsenilailebih dari Rp 1 Triliun.

– PT. Gajah Tunggal Ban tbk.

– PT Langgeng Ayu Lestari, pemilik terminal Blok M,

– PT. Plaza Indonesia Realty (pemilik Plaza Indonesia, Hotel Grand Hyatt, Sudirman Place)

– 18 Hotel Harris diseluruh Indonesia (terlampir) yang dikelola oleh Boyke Gozali.

Keempat, Mendorong dan mengawal KPK untuk tetap tegak lurus membongkar prampokan dan pencucian dana BLBI Syamsul Nursalim tanpa pandang bulu sedikitpun, karena memang dimata hukum semua adalah sama.

Kelima, Mendukung sikap presiden Jokowi Dodo yang memerintahkan KPK untuk menuntaskan kasus BLBI Syamsul Nursalim. Demikian Agus.

Di ketahui ribuan masa dari Mama Mega Koruptor BLBI di bawah pimpinan Agus Harta menggeruduk KPK di bilangan Kuningan Jakarta. Sejak siang mereka berbondong-bondong datang dengan berbagai atribut aksi dan teatrikal mendesak Koruptor BLBI Syamsul Nursalim ditangkap dan hartanya di sita.

Dalam pernyataan persnya para mahasiswa ini membeberkan, Itjih isteri Syamul Nursalim mengelola ratusan aset starbuck di berbagai daerah seperti di wilayah Jakarta, Bekasi, Bandung, Bogor, Batam, Malang, Bali dll. Sampai saat saat ini aset-aset ini masih di kelola oleh Itjih.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa