Mahasiswa Baru, Berorganisasilah !!!

1454674100900Penulis :

Oky Alex S.

Penulis pernah menjadi Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu Pariode 2015-2016

“Didiklah rakyat dengan organisasi, didiklah penguasa dengan perlawanan”

Pramoedya Ananta Toer

Fase kehidupan kampus akan segera dimulai bagi mahasiswa baru, inilah fase dimana kamu akan dihadapkan dengan dinamika dan kondisi yang berbeda dari ketika kamu berada di sekolah.

Masa-masa menentukan langkah pencarian jati diri dan langkah menuju masa depan. Jika kamu salah dalam mengambilnya langkah maka masa-masa kamu berada dikampus akan sangat terasa sangat merugikan.

Kamu akan menjadi mahasiswa yang hanya mengenal kampus, kantin dan kos-kosan saja.
Mahasiswa selalu di indentikkan dengan kaum intelegensia atau bisa disebut kelompok pemikir.

Kelompok pemikir diharapkan dapat mempunyai kontribusi disiplin ilmu dalam perkembangan pengetahuan. Seperti contoh mahasiswa yang ada di Jerman yang melahirkan mazhab Frankfurt dan berpengaruh terhadap pemikiran dunia.

Karena sejatinya di kampus akan disuguhkan dengan nuansa yang disebut dengan romantisme intelektual dan romantisme idialisme. Akan tetapi tidak banyak yang dapat mencicipi kedua hal ini, dissorientasi dalam mengikuti proses kehidupan di kampus kadang menjadi kendala tersendiri bagi mahasiswa baru.

Yaitu kendala yang banyak membuat mahasiwa baru yang lupa arah dan tujuan kenapa mereka kuliah. Alhasil, maka akan banyak timbul jawaban kuliah ingin hanya sekedar menjadi sarjana, kuliah hanya untuk menaikan bargening tawaran kerja.

Kampus sebagai tempat nongkrong yang elitis, menaikkan class social dan prestice keluarga sampai ada yang menjawab tempat untuk mencari jodoh.

Sebagai Mahasiswa pandangan tersebut seharusnya harus kamu buang jauh-jauh mulai dari sekarang. Kamu harus menyadari bahwa tugas yang melekat pada dirimu dengan statusmu sebagai mahasiwa adalah bukan hanya sekedar kaum terpelajar yang mengutamakan tugas akademis saja.

Akan tetapi kamu juga tidak lupa dengan tugas organisatoris sebagai pengembangan potensi diri. Penulis mempunyai pendapat yang berbeda soal penafsiran akademis dan semoga bukan pandangan subjektif dan pembenaran penulis sendiri karena dianggap termasuk kreteria yang mencicipi sepenuhnya “jatah kampus” dalam menyediakan tempo ber-kuliah.

Akademis sediri biasanya identik difahami dengan menyelesaikan kuliah dengan cepat. Akan tetapi bagi penulis sendiri disinilah pemahaman yang salah.

Karena akan muncul peluang kompetisi yang membuat mahasiswa sekarang menjadi “robot” yang terlempar dari ke’diri”annya. Dikarenakan ingin cepat-cepatan membuat dirimu selaku mahasiswa akan menggunakan segala cara untuk cepat menyelesaikan kuliah, bahkan dengan cara yang curang sekalipun.

Penulis tidak bermaksud untuk mengeneralisasi bahwa yang selesai lebih cepat itu karena ia berlaku curang. Karena masih banyak juga mahasiswa yang memang mereka cerdas sehingga bisa dapat selesai dengan cepat.

Sederhananya pesan yang penulis sampaikan “jika Kamu selesai dengan cepat dan kamu melakukannya dengan maksimal atas usaha dan kejujuranmu, maka hal ini menjadi nilai tersediri dalam kehidupanmu.

Akan tetapi jika sebaliknya kamu tidak jujur maka dirimu akan memperpanjang barisan generasi Bangsa yang cacat nilai yang akan mengisi posisi kepemimpinan di Bangsa ini kedepannya. Lakukanlah segala sesuatu dengan nyaman dan bernilai, karena Bangsa ini bukan hanya membutuhkan orang cerdas akan tetapi yang mempunyai mentalitas dan integritas yang baik untuk membangun Bangsa yang lebih baik kedepannya.

Dinamika kehidupan kampus yang ideal sejatinya harus dicicipi oleh setiap mahasiswa. Kehidupan kampus yang penuh dengan nuansa diskusi ilmiah yang refrentif sudah seharusnya menjadi pemandangan yang menarik di dalam ruang belajar dan di kantin-kantin kampus.

Baik itu dalam mengkaji persoalan disiplin ilmu maupun permasalahan kondisi Bangsa dewasa ini. Karena disanalah kamu akan digodok sebagai “problem solving” yang nantinya dapat berguna bagi dirimu dikemudian harinya dimanapun kamu berada.

Lalu yang tak kalah pentingnya adalah budaya menulis yang juga seharusnya menjadi bagian terpenting dalam kegiatan kamu sebagai mahasiswa. Dengan menulis kamu dapat menggambarkan gagasan dan idemu untuk orang lain dan membiasakanmu untuk menulis karya ilmiah nantinya.

Kemudian yang terakhir adalah budaya membaca yang akan menjadi modal dasar kamu sebagai mahasiswa. Karena hal tersebut merupakan dasar pertanggungjawban argumentatif. Siapa yang tidak kenal dengan Soekarno dan Hatta.

Mereka adalah presiden dan wakil presiden serta founding father yang mendirikan Bangsa ini dengan perjuangan yang panjang dari penjajahan.

Bukan hanya soekarno loh, banyak tokoh-tokoh lain yang yang familiar yang banyak ditemukan di buku sejarah sekolah seperti nama Sutan Syahrir, Muhmmad Yamin, Soetomo, Ruslan Abdulgani, Samanhudi, Bahder Johan bahkan yang tidak familiar namanya sekalipun seperti Mas Marco, Tan Malaka, Kartosuwiryo dsb.

Mereka semuanya berasal dari latar belakang kehidupan kampus dan pernah mengikuti bangku kuliah. Akan tetapi apa yang membedakan mereka dengan mahasiswa yang lainnya.

Mereka menyadari bahwa kehidupan kampus tidak hanya soal belajar dan belajar akan tetapi ada hal lain yang harus dijalani. Menjadi seorang Mahasiswa bukan hanya berfikir (akademis) dan mencipta yang baru (riset), mereka juga punya peran sosialnya yang melekat pada mereka, yakni berjuang untuk masyarakat dan kaum tertindas jikalau masyarakat membutuhkan kalian.

Kalian jangan mau kalah dengan tokoh-tokoh besar seperti mereka. Kalian juga harus menjadi mahasiswa yang tersadarkan dan berjuang untuk kemajuan dan kepentingan rakyat. Karena berkat masyarakat dan rakyatlah kalian dapat mencicipi bangku kuliah dari anggaran negara yang dibayar lewat pajak.

Dari uraian diatas mungkin kamu sebagai mahasiwa baru akan akan bertanya-tanya, bagaimanakah caranya kamu mendapatkan tempat dan ruang untuk menjadi mahasiswa yang yang akademis serta tersadarkan dan berjuang untuk kaum masyarakat tertindas dan masyarakat yang membutuhkan seperti yang dilakukan pendiri Bangsa diatas??

Hemmm, penulis hanya bisa menyarankan yaitu dengan berorganisasi. Dengan berorganisasilah kamu tidak hanya akan menemukan ruang pengembangan skill dan kemampuan diri akan tetapi juga alat perjuangan.

Karena nantinya banyak organisasi yang akan ditawarkan ketika kamu menyandang status sebagai mahasiswa, tugas kamu hanya memilih yang mana yang terbaik menurutmu yang akan mengantarkan kamu pada hal ideal tersebut.

Maka dari itu penulis mencoba membantu kamu menguraikan macam-macam organisasi yang bisa kamu masuki dengan tiketmu sabagai mahasiswa. organisasi mahasiswa internal kampus dan eksternal kampus. Organisasi Mahasiswa Internal-Kampus adalah Organisasi mahasiswa yang melekat pada pribadi kampus atau universitas yang memiliki kedudukan resmi di lingkungan Organisasi ini mendapat pendanaan kegiatan kemahasiswaan secara mandiri.

Dari pengelola perguruan tinggi dan atau dari Kementerian/Lembaga,Pemerintah dan non pemerintah untuk memajukan program kerja serta kemajuannya lainya. Bentuknya dapat berupa Ikatan Organisasi Mahasiswa, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa dan Himpunan Mahasiwa Jurusan(HMJ) dsb.

Kewenangan pengaturan sepenuhnya ada di tangan pemimpin perguruan tinggi yang dituangkan dalam Statuta (UU No. 12 Tahun 2012) tentang Pendidikan Tinggi.

Sedangkan organisasi ekternal kampus adalah merupakan organisasi mahasiswa yang aktivitasnya berada di luar lingkup universitas atau perguruan tinggi akan tetapi mempunyai aktifitas dan kegiatan pengembangan potensi dan skill mahasiswa yang sama dengan organisasi internal kampus.

Banyak tokoh-tokoh besar yang lahir dari organisasi ini yang tidak perlu penulis sebutkan satu per satu. Menurut sepengetahuan penulis di dalam hal latar belakang keagamaan Kamu sebagai mahasiswa dapat memilih diantaranya.

Himpunan mahasiswa Islam ( HmI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pergerakan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI).

Jika Kamu tertarik dalam hal idiologi nasionalisme bung Karno dan pancasilais Kamu juga dapat memilih Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dsb.

Dari macam-macam organisasi tersebut kamu sebagai mahasiswa harus memilih ruang pengembangan dirimu. Karena disanalah kamu digodok agar dapat memahami peran dan fungsi Kamu sebagai seorang mahasiswa dan mengimplemetasikannya dalam kehidupan sosial.

Jadi sudah saatnya kamu harus menentukan langkah dan orientasimu sebagai mahasiswa. Jika orientasi kamu hanya untuk mendapatkan kerja, toh masih banyak orang yang mendapatkan kerja tanpa mencicip bangku kuliah.

Berorgasisilah dan temukan alat perjuanganmu sendiri. Perjuanganmu mengembangkan potensi serta softskill dan perjuanganmu sebagai bagian dari pemuda dan masyarakat. Mahasiswa baru, tunas baru intelegensia… Berorganisasilah….!!!!

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa