LSPI Sebut 79,9 Persen Suara Masih Ngambang Di Pilkada Palembang

IMG-20170911-WA0005Klikaktifis.com – Lima bakal calon yang akan berlaga pada Pilkada Serentak 2018 di Palembang, masih belum memiliki dukungan yang kuat, dukungan yang diberikan oleh masyarakat lewat survei untuk kelima bakal calon tersebut, masih lemah.

Dari kelima bakal calon tersebut, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Politik Indonesia, masing-masing kandidat masih amat lemah, bahkan jika dikalkulasikan secara keseluruhan, total pemilih militan dari kelima bakal calon masih berada di bawah 31,5 persen.

Demikian hal ini disampaikan peneliti dari Lembaga Survei Politik Indonesia, Rachmayanti Kusumaningtyas, dalam Preas Rilisnya, sebagaimana diterima Redaksi, Senin (11/09) di Jakarta.

“Hal ini menunjukan, belum ada kandidat yang secara personal memiliki modal dukungan yang sangat signifikan, temuan ini mengindikasikan, perpindahan dan perubahan dukungan pemilih sangat mungkin terjadi.” ujar Rachmayanti kepada Redaksi.

Dia menjelaskan, dari hasil survei yang dilakukan oleh LSPI pada 2-8 September 2017 itu, jumlah pemilih mengambang (Swing Voters) berkisar pada angka 79,4 persen dari total pemilih.

“Dukungan yang dimiliki para kandidat, terlihat belum ajeg, atau belum ditopang kuat dengan modal dukungan pemilih militan yang kokoh.” jelas Rachmayanti.

Peneliti perempuan dari Lembaga Survei Politik Indonesia tersebut, lebih jauh membeberkan, modal dukungan militan pada kelima bakal calon masih sedikit.

“Modal dukungan pemilih militan Mularis Djahri hanya sebesar 9 persen, dari 25,4 persen elektabilitasnya. Angka lebih tinggi sedikit dari pemilih militan Harnojoyo yang mencapai 8,5 persen dari 23,1 persen elektabilitasnya dan pemilih militan Sarimuda sebesar 8,6 persen dari 22,3 persen elektablitasnya,” beber Rachmayanti.

Berdasarkan data survei Lembaga Survei Politik Indonesia, kelima bakal calon teratas tersebut, diantaranya, Harnojoyo, Sarimuda, Mularis Djahri, Lury Elza Alex dan Fitrianti Agustinda.

Dari kelima bakal calon tersebut, tingkat popularitas masing-masing bakal calon saling kejar, untuk Harnojoyo berada pada angka 91,2 persen, Sarimuda 80,7 persen, Mularis Djahri 78,8 persen, Lury Elza Alex 49,8 persen dan Fitrianti Agustinda 42,2 persen.

Sementara untuk elektabilitas kelima bakal calon tersebut, nama Mularis Djahri berada pada angka 25,4 persen, Harnojoyo diangka 23,1 persen, Sarimuda diangka 22,3 persen, Lury Elza Alex diangka 8,5 persen, Fitrianti Agustinda 4,2 persen dan Yudha Pratomo Mahyudin 1,6 persen, dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 10,6 persen.

Terpisah, Korwil Lembaga Survei Politik Indonesia bagian Barat, Muchtar S Shihab menambahkan, hasil survei pada bulan September 2017 tersebut, adalah gambaran. Dia menilai, telah terjadi pergerakan di lapangan.

Berdasarkan data hasil survei, kata Muchtar mengatakan, elektabilitas Mularis Djahri telah mengalami peningkatan secara signifikan. Muchtar menyebut, kenaikan elektabilitas tersebut dalam empat bulan terakhir meningkat sebanyak 7,3 persen, dari 18,1 persen menjadi 25,4 persen.

“Ini bisa jadi merupakan dampak kampanye di sosial media yang lumayan massif dan keberhadiran kandidat di masyarakat yang sangat intens.” kata Muchtar.

Mularis, kata Muchtar menambahkan, kini berada di posisi teratas, dan posisinya, masih kata Muchtar menambahkan, amat sangat tipis dengan Harnojoyo, sementara Sarimuda terpelanting ke posisi tiga tapi masih dalam rentang margin error.

“Survei LSPI dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan pernyataanya dengan sampel sebanyak 820 responden yang diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih. Adapun margin of error sebesar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” tambah Muchtar. ****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa