Lihatlah China Jajah Benua Afrika Diawali Dari Afsel

images-2
Ist/net

By: Dahlan Watihellu

Arfika Selatan adalah pintu masuk oleh China untuk menguasai Benua Afrika. Mereka awalnya masuk dengang tiga gelombang ke Afrika Selatan.

Gelombang Pertama 

Masuknya China ke Arfrika Selatan dimulai pada tahun 1654. Mereka awalnya masuk di kota Cape Town. Tahun 1891, ada sekitar 413 jiwa orang China di Afrika Selatan dan jumlah mereka bertambah lima kali lipat atau 2556 jiwa pada tahun 1904.

Pada tahun 1907, pemerintah Afrika Selatan mendatangkan 63.000 pekerja tambang dari China dengan kontrak sebagai tenaga tidak terlatih atau semi terlatih dengan gaji rendah.

Setelah tahun 1970, kaum industriawan Taiwan masuk ke Afrika Selatan untuk melakukan berbagai investasi. Pemerintah Afrika Selatan memberikan kemudahan yang mendorong arus migrasi dari Taiwan dan Hongkong. Pada masa 1980-1990 , jumlah kaum industrialist terus bertambah.

Gelombang Kedua 

Sejak tahun 1990an, gelombang kedua migrasi China dari Taiwan dan Hongkong membuka perusahaan, firma ekpor-impor, restoran, berbagai jenis usaha kecil bahkan sebagai pelajar di Afrika Selatan.

Gelombang Ketiga

Gelombang ketiga terjadi pada tahun 1998. kedatangan masyarakat China ke Afrika Selatan ini terjadi karena hubungan diplomatik antara Afrika Selatan dan Republik Rakyat China terus membaik.

Afrika Selatan merupakan pintu masuk China untuk menjajah Benua Afrika. Pada akhirnya, miliaran dolar mereka investasikan ke benua Afrika dan mengambil setiap kepingnya, dengan bunga besar kembali ke China.

Mereka hampir mengendalikan sektor minyak mayoritas negara Afrika yang memiliki cadangan minyak. Mereka mengelola jembatan, mengerjakan konstruksi jalan, menginstalasi dan menerangi stadion.

Beberapa pakar Afrika menyatakan, masa lalu pahit penjajahan Afrika akan terulang di zaman modern dalam bentuk lain. Berikut adalah kutipan dari mantan gubernur Bank Sentral Nigeria, Lamido Sanusi mengakatakan “China mengambil barang-barang pokok kita dan menjual barang pabrik kepada kita.

Ini adalah hakikat kolonialisme. Afrika sedang dengan sukarela membuka dirinya untuk imperialisme bentuk baru.

Tidak sampai di situ, penjajahan China di Afrika telah masuk ke sistem mata uang. Ini telah terjadi di negara Zimbabwe yang mulai berlaku pada 1 januari 2016 karena negara ini tidak mampu membayar utang yang jatuh tempo pada akhir desember 2015 lalu.

Maka China pun menawarkan untuk penggunaan mata uang Yuan sebagai solusi penghapusan utang yang dimiliki Zimbabwe.

Berbeda halnya dengan Angola yang hanya ekonomi negara saja yang dikuasai oleh China walaupun belum mengubah mata uangnya namun bukan tidak mungkin jika tidak bisa bayar hutang kepada China akan wajib mengganti Mata Uang dikemudian hari seperti yang terjadi di Zimbabwe.

Fenomena Di Afrika Mirip Di Indonesia Pada Era Joko Widodo

Mari kita lihat. Di era Presiden Joko Widodo ini, Indonesia menjalin hubungan kerjasama dengan China melalui kesepakatan Turnkey Project Management.

Artinya, sebuah model investasi asing yang ditawarkan dan disyaratkan oleh China kepada Indonesia dengan “sistem satu paket,” mulai dari top management, pendanaan dengan sistem Preferential Buyer’s Credit, materil dan mesin, tenaga ahli, bahkan metode dan jutaan tenaga (kuli) baik legal maupun ilegal didropping dari Cina.

Dengan Modus Turnkey Project, China sudah relatif sukses dijalankannya di Afrika sehingga warganya migrasi secara besar-besaran bahkan tak sedikit yang kawin dan beranak pinak dengan penduduk lokal di Afrika.

Mereka menganggap Afrika kini sebagai tanah airnya keduanya. Lalu berapa warga lagi bakal migrasi ke Indonesia melalui investasi Cina pada 24 pelabuhan laut, 14 pelabuhan udara, dan sekitar 8000-an kilometer jalur kereta api di Indonesia, selain rencana mempererat hubungan bilateral China dan Indonesia yang ditarget mendatangkan 10 juta warga China hingga 2020-an nanti.

Sudah berapa jumlah utang yang Indonesia pinjam kepada China dengan batas waktu jatuh tempo ?

Saya khawatir NKRI yang kita cinta ini bernasib seperti negara di benua Afrika, bahkan lebih buruknya lagi akan dijanah secara ekonomi, mata uang, dan fisik. Hai Presiden Joko Widodo, tidak bisakah orang Indonesia mengurus urusannya sendiri ?

Kita sudah berjalan jauh, kita punya apa yang mereka punya dan kita mampu melakukan apa yang mereka lakukan.

One Comment - Write a Comment

  1. Sebelum namanya NKRI ada,orang2 china telah hidup di asia tenggara,bahkan sebagian besar etnis indonesia asal china selatan,mongoloid,kenapa kita bicara ketakutan terhadap orang2 china..
    Apa orang ini penulis artiikel hanya belajar dan berpikir kebencian,saya sangat prihatin artikel ini

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa