Letjend TNI Purn Kiki Syahnakri ; Soal PKI, Panglima TNI Sama Sikapnya Dengan Kami

 

IMG-20160605-WA0015Klikaktifis.com – Purnawirawan, Gerakan Bela Negara (GBN), Ormas Islam, Ormas pro Pancasila dan beberapa elemen masyarakat lainnya melaksanakan Simposium Nasional & Apel Siaga 2 – 4 Juni 2016 dengan tema ‘ Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Kebangkitan Komunisme & Ideologi Lain’.

Disela-sela acara tersebut, klikaktifis.com (KA) mewawancarai ketua panitia pelaksana Simposium dan Apel Akbar, Letjend TNI (Purn) Kiki Syahnakri (KS).

Berikut wawancaranya :

KA : Selamat sore Jenderal, inikan acara sudah dua hari bagaimana animo masyarakat sendiri atas acara ini?

KS : Animo bisa dilihat dalam dua hari ini, terutama kemarin ya,  kami mengundang sebenarnya hanya 300 orang, dan kemudian ada juga yang karena undangan sudah habis, kemudian ada yang minta datang, ya udah selakan datang.

Tapi tadinya tadinya saya kira paling-paling yang datang spontanintas hanya  100 orang, dan ternyata yang datang kemarin kalau dilihat dari buku tamu itu 700 orang.

Itu yang ada di buku tamu aja belum yang lainnya, hari ini saya kira dengan yang tadi paginya ada yang sudah pulang 400 oranglah.

Saya pikir animo cukup besarlah dan juga banyaknya wartawan yang meliput, ya walaupun saya kira yang namanya wartawan kadang-kadang ada sisi negatifnya.

KA : Terus kemudian kita dengar  tadi ada yang ribut, anak-anak dari mahasiswa terutama perhimpunan mahasiswa katolik, kira-kira bagaimana pak?.

KS : Memang ya Memang tadinyakan kita ajak perhimpunan mahasiswa katolik kita ajak juga kesini, dan kita juga minta tokoh dari katholik dan semua umat kita minta dari umat islam kita minta ada dari muhammadiyah dan dari NU dan umat agama lain termasuk katholik.

Tadinya sudah siap usku agung jakarta akan ikut berbicara tapi sehari sebelum simposium saya tidak tau alasannya kenapa sehingga beliau harus mengundurkan diri, nah mengundurkan katanya karena  ada kegiatan lain, dan beliau tidak hadir ya kami hargai, nah logo itu juga di pasang karena mereka yang kirim, ya karena mereka minta benderanya di cabut ya kami cabut.

KA : Acara simposium dua hari ini bagaimana evaluasinya mau ngapain setelah ini?

KS : Ini nanti kita akan mengeluarkan rekomendasi berdasarkan hasil diskusi dan pembicaraan dari kemarin itu, ya InsyaAllah mungkin itu nanti akan di bacakan rekomendasi kita. Kemudian itu rekomendasi akan dikirim ke Menkopolhukam.

Nantinya rekomendasi itu akan di padukan dengan rekomendasi dari simposium Arya Duta kemarin, nah ya InsyaAllah nanti kita akan di panggil oleh Menkopolhukam dan akan di panggil dua panitia ini akan di duduk bersama dan kita akan memformulasikan rekomendasi bersama, di harapkan ada satu rekomendasi nanti.

KA : Bagaimana pak, tadi di pembicaraan bahwa dalam ideologi harus berani memilih disini atau disitu, dan harus memilih salah satu?

KS : Lah kan sudah ditetapkan, dalam undang-undang dasar dalam pembukaan undang UUD bahwa Pancasila  adalah dasar negara  dan juga merupakan pandangan hidup bangsa, nah kalau sudah di tetapkan maka Pancasila akan menjadi ideologi yang legal, nah lalu ada ideologi lain, ya gak bisa dong, kan dimana-mana ideologi negara tidak ada dua.

KA : Jenderal kan ini mantan Wakasad, senior TNI, soal sikap TNI  gimana pak terkait komunis?

KS : Ooh tadikan  TNI hadir, pak Gatot hadir beliau sebagai panglima TNI, sikapnya sama dengan kita, hanya pak Gatot tekankan jangan hanya melihat di permukaan, yang bukan komunisme, yang dilakukan gerakan-gerakan di bawahnya, sepert beliau mencontohkan di Eropa, di Eropa orang tidak lagi beragama, sekarang di Eropa tidak ada lagi gereja, gereja sudah di jual dan di jadikan moll itu adalah proses atheisme dan komunisme, sehingga di negara kita akan jadi proses atheisme dan komunisme.

KA : Bagaimana pak dengan senior yakni pak Ruhut dan Agung Widjojo yang kelihatan pro terhadap komunis dan PKI?

KS : Saya kira pak Luhut, kan beliau yang jelas-jelas mengatakan bahwa tidak ada permintaan maaf terhadap PKI, saya kira juga pak Agung Widjojo bukan orang kiri, akan tetapi mungkin karena idealisme demokrasinya beliau  terlalu tinggi, segala aliran boleh hidup demi hidupnya demokrasi.

Ya inikan  gak bisa kita jawab, mungkin beliau gak setuju dan ini pandangan beliau kita boleh hargai tapi buat kita hanya ada satu pandangan yakni Pancasila dong selain pancasila gak ada lagi ideologi lain dong di negara ini.

KA : Terus Jenderal, bagaimana dengan aksi besok ?? 

KS : Itu apel siaga di Monas habis sholat Jum’at di masjid Istiqlal sekitar jam dua dan bukan hanya umat Islam, purnawirawan, FKKPI, veteran dan itu semua ada besok. (mars)

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa