Kuasa Hukum Gemura : OSO Baru Satu Bulan Jadi Kader Saat Calonkan Diri & Itu Langgar AD/ART Hanura

images (1)
Foto : MPR RI

Klikaktifis com – Sidang gugatan hasil Munaslub Partai Hanura 21 Desember 2016 kembali digelar hari ini (31/4).

Kuasa Hukum Gemura (bekas Organisasi otonom Partai Hanura) yang notabene selaku penggugat, Ridwan NR mengatakan, sidang sudah masuk dalam agenda pemeriksaan saksi fakta dan ahli.

Dalam sidang, pihaknya memperlihatkan sejumlah bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara ini.

“Baru sebatas pemeriksaan awal memang. Untuk agenda pemeriksaan saksi sendiri diagendakan Minggu depan,” ujar Ridwan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (31/5).

“Soal bukti-bukti yang tadi kami pelihatkan dalam sidang kepada hakim, memang belum sempat kita pelihatkan aslinya. Begitupun dari pihak tergugat, jadi istilahnya dilengkapilah. Biar kami lihat bagaimana sikap mereka (lawan/ tergugat) meresponnya bagaimana,” jelas Ridwan.

Menurut kuasa hukum Oktasari Sabil (Ketum Gemura) ini, pihak tergugat (Kemenkumham dan partai Hanura) dalam persidangan hari ini berusaha membuktikan bahwa prosedur dan pelaksanaan Munaslub, sudah sesuai seperti yang seharusnya dalam mekanisme partai.

“Tetapi sebaliknya kami juga membuktikan bahwa faktanya, Oesman Sapta (Odang, Ketua Umum Hanura) baru sebulan menjadi anggota Partai Hanura. Itupun berdasarkan pengakuan yang bersangkutan diberbagai media,” jelas dia.

“Baru satu bulan masuk kader Hanura, kemudian mencalonkan menjadi Ketua Umum. Dan ini jelas-jelas melanggar ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Partai Politik Hanura itu sendiri. Itu yang kami tekankan, bahwa apa yang kami tuduhkan selama ini memang terbukti,” ungkapnya.

 

Dia menerangkan, mengacu pada bukti-bukti dalam persidangan, pihaknya optimis bisa membuktikan bahwa kepengurusan Partai Hanura periode ini sudah melanggar aturan partai politik, dan melanggar AD/ART Partai Hanura itu sendiri.

“Kami optimis apa yang diperjuangkan Ibu Oktasari Sabil ini memang untuk kebaikan Partai Hanura pada khususnya, dan perbaikan tatanan kenegaraan pada umumnya,” tukasnya.

Disisi lain, Oktasari Sabil selaku Penggugat Intervensi dalam persidangan ini mengaku puas dengan jalannya sidang.

“Sidang hari ini sudah sesuai jadwal, karena kedua belah pihak harus memiliki saksi-saksi, untuk memberikan ruang penjelasan. Saya berharap dalam sidang ini memutuskan kebenaran diatas kebenaran. Tidak ada namanya intervensi dalam bentuk apapun dan permainan dibelakang dalam bentuk apapun,” ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, Oktasari mengaku masih merajut komunikasi dengan pihak lawannya di persidangan. Namun bukan berarti hal tersebut bisa merubah keputusan dan gugatannya.

“Karena bagi saya sendiri, silaturahim harus tetap terjalin. Tetapi soal gugatan ini, saya masih tetap konsisten pada keputusan pembuktian yang kami miliki,” pungkasnya.

Source : Jawapos

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa