Kriteria Calon Wakil ‘Maasra’ Dari Kader Partai Pengusung Pemegang Mandat

FB_IMG_1502915923465Foto : Ilustrasi KA
Klikaktifis.com – “Kriteria calon wakil walikota yang di inginkan ibu Maasra sebagai Cawali dalam Pilwali Baubau 2018 adalah kader partai pengusung pemegang mandat partai”, ujar Agus Salim Sekretaris DPC Partai Bulan Bintang (PBB) kota Baubau saat di hubungi redaksi, Rabu (23/08/2017).
Menurut Agus, saat ini ibu Maasra sudah memiliki modal 3 kursi dari PBB karena majunya ibu dalam Pilwali kali ini adalah perintah partai yakni instruksi langsung dari pak Ruksamin, Ketua DPW PBB Sulawesi Tenggara yang juga Bupati Konawe Utara sehingga nantinya wakilnya akan di ambil dari kader partai pengusung setelah di sepakati dalam koalisi.
Seperti di ketahui saat ini di tengah warga kota maupun organisasi kepemudaan dan ormas sudah muncul aspirasi dukungan untuk paket Maasra.
Antara lain dukungan itu datang dari DPD Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Baubau, Gerakan Pemuda Nusantara (GPN), warga pemuda Pulau Makasar, Komando Barisan Rakyat (KOBAR), DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang mendukung duet ‘Maasra- Nasir SH’.
Sedangkan untuk dapat mendaftarkan diri di KPUD syarat minimalnya adalah dukungan partai atau gabungan partai yang memiliki 5 Kursi DPRD dan harus menyertakan surat rekomendasi dari DPP parpol di Jakarta sehingga penentu akhir bisa maju atau tidak masing-masing calon ada di Jakarta jadi apapun masih bisa terjadi dalam politik.
Agus menambahkan, saat ini Maasra (Wa Ode Maasra Manarfa) juga sedang mengikuti penjaringan di beberapa partai politik lain PDIP (1 Kursi), Nasdem (2 Kursi), PKS (1 Kursi), Gerindra (2 Kursi), PKB (1 Kursi)
“Selasa Kemarin Ibu juga sudah dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti tes di DPP PDIP, insya Allah partai lain juga akan segera menyusul dan bersama kami dalam koalisi besar nantinya”, sebut Agus.
Saat di tanya redaksi, apakah majunya Maasra (wawali incumben) tidak berpengaruh dalam proses pemerintahan di Baubau mengingat Thamrin ( Walikota incumben) juga maju.
Jawab Agus, “jadi begini ya, majunya ibu itu semata-mata karena perintah partai bukan karena ambisi pribadi, jadi posisinya adalah menjalankan amanat itu. Ibu sudah sudah 20 tahun menjadi anggota DPRD. Jadi sangat paham mana tugas partai dan mana tugas pemerintahan sehingga sampai saat ini aman dan baik-baik saja hubungan ibu sama pak Thamrin”.
“Perlu saya tegaskan ya dinda, saat Pilwali nanti tak ada posisi incumben (patahana) karena masa tugas pak Thamrin dan Ibu hanya sampai Januari 2017 sedangkan Pilwali dilaksanakan pada bulan Juni”, pungkas mantan aktifis mahasiswa barbasis masa Islam modernis ini***

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa