Kopma GPII Napak Tilas Perjuangan Jenderal Soedirman

IMG-20171109-WA0025Klikaktifis.com – Dalam menyambut hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November ini M. Zulfikar Fauzi Ketua Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (Kopma GPII) melakukan napak tilas ziarah ke makam alm Jenderal Besar Soedirman, Kamis (09/11/2017).

Mat peci sapaan akrabnya, yang juga tokoh muda Betawi mengatakan, semasa hidup nya Jendral besar Soedirman bukan salah satu pemuda yang dapat menjadi teladan di Indonesia sebagai pahlawan zaman revolusioner.

IMG-20171109-WA0021

Ia adalah satu diantara banyak pemuda yang memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Indonesia. Sebagai pemuda Soedirman aktif dalam organisasi, kegiatan sosial dan karirnya berlanjut menjadi seorang guru, kepala sekolah, prajurit PETA dan berakhir sebagai panglima besar.

“Perjalanan karirnya yang tidak cukup panjang namun memiliki arti penting dan sarat akan nilai-nilai positif yang dapat menginspirasi pemuda Indonesia”, ujar Mat Peci saat di temui awak media di Jogjakarta.

Menurut Mat Peci, sikap kepemimpinan yang bersahaja, disiplin, percaya diri, kerja keras, pantang menyerah, lebih mementingkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri.

Hal-hal tersebut menjadi sebuah pondasi bagi pribadi yang baik. Sehingga patutlah Jenderal Soedirman sebagi tokoh teladan bagi pemuda Indonesia. Karena untuk membangun suatu bangsa yang baik diperlukan pribadi-pribadi yang baik dalam setiap lapisan masyarakatnya.

“Untuk itu, sebagai generasi muda, kita harus mampu memberi makna baru atas tonggak bersejarah kepahlawanan dengan mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan zaman”, tegas Peci.

Selain itu kata dia, menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan Indonesia yang bersih dan bebas korupsi.

Karena itu, hari pahlawan tidak hanya pada 10 November, tetapi berlangsung setiap hari dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga.

Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing. Setidaknya kita harus mampu bertanya pada diri sendiri apakah rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar. Demikian Zulfikar.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa