KOPMA GPII : Jika Tak Ada Yang Laporkan Megawati, Biar Kami Yang Maju

Klikaktifis.com – Polemik pernyataan Megawati dalam pidatonya di acara peringatan HUT PDIP ke 44 beberapa waktu lalu semakin memanas.

Setelah Habieb Rizieq Syhab (HRS) mempersoalkan dan menganggap Megawati telah menistakan agama Islam dengan menyebut Islam sebagai ideologi tertutup dan peramal masa depan.

IMG-20170117-WA0018

Hal ini di sampaikan HRS saat rapat dengar pendapat publik (RDPU) dengan komisi III DPR RI di gedung DPR, Selasa (17/01)

“Jika kami melaporkan Megawati karena dugaan penistaan agama, berani g polisi periksa periksa ibu Mega”, ujar HRS di depan anggota komisi III.

Menanggapi polemik ini, kepada redaksi Panglima Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (KOPMA GPII) M. Zulfikar Fauzi alias Mat Peci mengatakan, jika ulama berceramah di laporkan, maka demi kesamaan di depan hukum maka bila Megawati di laporkan maka wajib hukumnya polisi memanggil dan periksa Mega serta harus di panggil paksa jika dua kali di panggil tak hadir juga.

“Tapi persoalannya sekarang apa polisi berani panggil Mega di tengah penegakan hukum belakangan ini yang lebih pada pendekatan kekuasaan?”, ungkapnya.

Kata Mat Peci, jika tak ada lagi kelompok masyarakat yang melaporkan Megawati ke Polda Metro biar kami yang maju.

“Bagi kami tak boleh ada siapapun di negeri ini yang kebal hukum termasuk Megawati, semuanya sama di depan hukum”, pungkasnya.

Di ketahui Megawati dalam pidatonya pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-44 PDIP, yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1).

Mega menggolongkan kelompok-kelompok anti Ahok sebagai penganut ideologi tertutup, bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang selalu relevan dengan perkembangan zaman.

Pemimpin kelompok berideologi tertutup itu mengklaim diri sebagai peramal yang serba tahu masa depan.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa