Konflik Dengan Armenia. Azerbaizan Harapkan Dukungan Politik Indonesia Di Forum Internasional

IMG-20170616-WA0002Klikaktifis.com – Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Singapura, Philiphina dan Timor LesteTamerlan Garayev menggelar acara buka puasa bersama degan rekan jurnalis di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (15/6).
Pada kesempatan itu, Tamerlan Garayev mengapresiasi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.
Tamerlan pun mengatakan bahwa hubungan diplomatik dengan Indonesia merupakan mitra penting bagi Azerbaijan. Azerbaijan mulai membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia pada tahun 1992, setahun setelah negeri itu merdeka.
“Hubungan diplomatik Azerbaijan dimulai pada tahun 1992. Dan Indonesia merupakan mitra strategis bagi kami,
dua negara ini sangat mempunyai potensi yang besar untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang,” kata Tamerlan.
Tamerlan pun mempaparkan terkait konflik negaranya dengan Armenia. Menurutnya, apa yang dilakukan Armenia dengan menginvasi Azerbaijan adalah kejahatan.
“Kami berkomunikasi dengan beberapa negara dengan beberapa pertemuan, Azerbaijan menginginkan stop invasi dari Armenia,” tegasnya.
Seperti di ketahui pada 8 Mei tahun 1992 lalu, Shusa berada di daerah Nagorno Karabakh Azerbaijan diduduki secara paksa oleh angkatan bersenjata Republik Armenia.
Setelah diduduki, mereka melakukan pembersihan etnis Azerbaijan dari kota tersebut. Ada sekitar 750.000 warga diusir. Ditambah lagi sekitar 250.000 pengungsi Azerbaijan yang ada di Armenia diusir dari wilayah Armenia.
Konflik ini kini telah coba di mediasi oleh beberapa negara antara lain Prancis dan Amerika namun hingga saat ini semua proses masih buntu belum menemui hasil signifikan.
Temerlan mengatakan Azerbaizan sangat membutuhkan dukungan politik Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas ummat Islam terbesar di dunia di forum-forum internasional agar Armenia segera keluar dari pendudukannya di wilayah azerbaizan.
“Kami tau Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel  karena keberpihakan pada kemerdekaan Palestin. Kami juga sangat mengharapkan Indonesia yang lebih kuat untuk menekan Armenia”, tegas Temerlan.
Temerlan berharap kepada para awak media yang hadir menyampaikan kepada rakyat Indonesia bahwa saudaranya di Azerbaizan sangat membutuhkan dukungan politik dalam kasus konflik dengan Armenia ini.
“95 persen penduduk kami adalah muslim sehingga punya hubungan persaudaraan yang kuat dengan Indonesia”, sebut Temerlan.
Nampak Hadir mendampingi Tamerlan, sekertaris 1 bagian politik dan ekonomi, Rusian Nasibov dan bendahara kedutaan Azerbaijan, Nihab.
Selain itu Kementerian pemuda dan olah raga & Kementerian luar negeri Azerbaizan bekerja sama dengan Kedubes Azerbaizan di Jakarta membuka kontes karya tulis (essay) dalam bahasa Inggris tentang kebudayaan Azerbaizan untuk pemuda Indonesia berusia 16-29 tahun.
Pemenangnya akan mendapat kesempatan berkunjung ke pusat-pusat kebudayaan Azerbaizan. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi kedubes Azarbaizan di email : AzEmbID.contest2017@gmail.com sebelum 30 Juni 2017 sebagai batas akhir penyerahan tulisan.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa