Kesimpulan & Saran Kopdar WAG PN1 Di Jakarta

IMG-20160728-WA0034

Setelah mendengar aspirasi dari lk 50 peserta yang hadir dalam acara kopi darat khususnya dari Irjen Pol Purn.Taufik Ruki, DR Ichsanuddin Noersy, Djoko Edhy, Ferdinand H, Burhan R, H.Ismai Yusanto, DRS Muchtar E Harahap MSc, Habil Marati SE MM, Anhar Nasution, Ratna Sarumpaet, Benny Pramula.

Sofyano Zakaria, DR MD La Ode,  Bambang Wiwoho, Lily Wahid, Mayjen Purn Prijanto Soemantri, Samuel Lengkey SH MH, Dr Emir Sundoro, Bursah Zarnubi, Prof Ryas Rasyid, Mayjen Purn.Adityawarman, Prof Dr. Sri Bintang Pamungkas maka disimpulkan sbb :

Ahok adalah Gubernur DKI Jakarta yang tidak layak kembali untuk memimpin Jakarta 5 tahun ke depan. Hal ini dilihat dari kebijakan-kebijakan yang dirasakan oleh masyarakat Jakarta sangat merugikan.

Secara data, angka dan fakta kinerja Ahok tidak selaras dengan visi dan misi Jakarta sebagai Ibukota RI. Kehadiran Ahok sebagai pemimpin Jakarta mendatang, akan membuka kotak Pandora penguasaan asing yang dimulai dari Ibukota.

Kondisi ini akan menghempaskan bangsa Indonesia dari hilangnya kemartabatan, kemandirian dan kedaulatan bangsa secara komprehensif dan sistematis.

Ahok adalah musuh bersama dan harus dihentikan.  Gerakan secara intelektual menghentikan Ahok harus sesegera mungkin dilakukan dengan strategi yang cerdas dan terstruktur secara rapi untuk menimbulkan kesadaran masyarakat Jakarta bahwa Ahok bukanlah pemimpin yang tepat untuk Ibukota lima tahun mendatang.

Ahok menjadi ikon pemimpin yang dholim dan harus dihentikan, bukan didasari oleh karena Ahok adalah seorang keturuan etnis Cina dan non muslim.

Persepsi yang dibangun karena Ahok telah melukai hati dan dirasakan secara fisik oleh rakyat Jakarta dengan berdalih pada kebijakan-kebijakan yang dianggapnya sebagai kebijakan dalam mensejahterakan rakyat Jakarta.

Namun sesungguhnya semunya adalah kebohongan besar yang diekploitir dan dirancang secara sistematis melalui gerakan-gerakan politik melalui penetrasi media-media formal.

Saran

Gagasan dari skema pertarungan menuju DKI 1 perlu dirumuskan secara bersama-sama dengan membentuk tim kecil WAG PN 1 yang akan mendorong KITA, memilih pemimpin yang jujur, bersih, tegas, verdas, bermartabat, dan merebut hati rakyat Jakarta sesegera mungkin diseluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka merebut kursi DKI 1 dan merebut kedaulatan dalam ke-Indonesia-an.

Bentuk kongkrit yang diusulkan yaitu RUMAH RAKYAT yang berfungsi sebagai tempat menampung inspirasi, aspirasi, gagasam dan aksi yang lebih strategis dengan melibatkan seluruh peran elemen masyarakat Jakarta untuk menghentikan Ahok sebagai pemimpin Jakarta mendatang.

Gerakan intelektual secara massif seperti adanya kelompok-kelompok penekan (Presure Group) yang bergerak secara cerdas untuk melakukan penetrasi dan komunikasi politik kepada Partai-Partai Politik pengusung calon Gubernur baik yang sudah nyata dan tegas mendukung Ahok ataupun Partai Politik yang belum menentukan sikap dan belum mendeklarasikan calon Gubernur.

Sisi lain, sejalan dengan gerakan intelektual, gerakan-gerakan memanfaatkan jaringan komunitas masyarakat baik yang ada di Masjid, Organisasi Massa maupun lintas generasi harus dilakukan secara cepat, cermat dan akurat dalam membangun opini di masyarakat Jakarta.

Mengingat secara data, terdapat hampir 60% masyarakat muslim non politik di Jakarta yang bisa menjadi basis yang dapat didekati dengan pendekatan persuasif dan keterikatan emosional atas visi dan misi yang sama.

Media-media publik yang berorientasi secara independen diyakini menjadi media yang cukup signifikan dan efektif untuk melakukan gerakan-gerakan intelektual dalam menghentikan Ahok baik dalam bentuk penggalangan multimedia dan ruang publik sosial lainnya.

Perlu dibuat secara komprehensif untuk menyuarakan dan menyadarkan masyarakat Jakarta atas kinerja Ahok yang gagal serta kasus-kasus hukum yang menjeratnya, yang selama ini dirasakan tertutup oleh pemberitaan media atas kebohongan kinerja Ahok.

Mengingat media-media formal saat ini sudah tidak bisa diharapkan independensinya atas penilaian terhadap kebijakan Ahok yang sudah menyimpang.

Memperbanyak isu-isu media seperti pemberitaan di media cetak, seri-seri buku tentang data, fakta dan lainnya, flyer, stiker dan lain sebagainya yang intinya adalah gerakan sederhana namun spektrumnya luas dan dapat menyentuh serta merebut hati rakyat untuk tidak memilih Ahok.

Mengamanatkan kepada tim kecil WAG Peduli Negara 1 untuk melakukan kajian dan analisis yang komprehensif terhadap strategi menghentikan Ahok, sekaligus mencari siapa KITA yang dianggap layak untuk menjadi calon yang dihadapkan dengan Ahok.

Hasil kajian dan analisis yang telah disepakati oleh tim kecil WAG PN 1 akan diserahkan kepada partai-partai politik pengusung calon untuk menjadi pertimbangan dalam menentukan calon Gubernur DKI Jakarta mendatang.

Seluruh jaringan warga WAG PN 1 yang memiliki jaringan kuat kepada partai politik dan elit politik, guna melakukan komunikasi politik secara intensif guna memuluskan strategi menghentikan Ahok.

Jakarta, 28 Juli 2016

Pimpinan Diskusi,

M.Hatta Taliwang

Admin WAG PN1

Notulis,

Rachmad Sofian

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa