Kejutannya, Jakarta Akan Punya Gubernur Baru

unduhan-5

 

 

 

 

 

 

Pandangan Pilkada Jakarta

By Andrianto

Ketua Presidium Pergerakan Aktivis Untuk Reformasi & Demokrasi

PDIP, Golkar, Hanura, dan NasDem mengusung Ahok-Djarot. Sementara Demokrat, PPP, PAN dan PKB memajukan Agus-Sylviana. Gerindra dan PKS berkoalisi menggadang Anies-Sandiaga.

Pilkada DKI Jakarta kali ini diprediksi akan berjalan 2 putaran. Syarat menang 50 plus 1 dirasa berat oleh masing-masing pasangan calon.

Pada putaran kedua, jika mesin partai berjalan efektif dan tepat sasaran, bisa jadi yang akan bertarung di ronde kedua adalah paslon Ahok-Djarot versus Agus-Sylviana.

Sosok Anies-Sandiaga meskipun lumayan familiar di masyarakat namun sangat berat masuk keputaran kedua.

Anies yang mantan jubir tim Jokowi-JK akhirnya ‘di pinang’ Prabowo (Gerindra) dan PKS yang sempat ‘diserang’ oleh Anies saat pilpres 2014, sebuah perjudian manakala d sandingkan dengan Sandy yg mana Ceruk pemilihnya relatif sama.

Latarbelakang Sandiaga sebagai pengusaha akan menjadi salah satu ganjalan. Bagi kelas menengah dan kalangan pengusaha cukup mengenal sosok Sandiaga saat berbisnis, dan ini akan menjadi salah satu resisten..belum lagi bisik 2 bnyaknya skandal salah satunya ‘Panama Papers’ dll.

Sementara sosok Agus yang notabene ‘putra SBY ketika diumumkan cukup memberi rasa kejut bagi masyarakat Jakarta. Meskipun majunya Agus sebelumnya memang telah beredar di kalangan terbatas.

Efek kejut ini jika dikelola dengan baik bisa terus menggelinding seperti bola salju.
Ingat unsur Surprise ikut menentukan dalam pilkada.

Sosok Sylviana mungkin kurang awam di mata sebagian masyarakat Jakarta meskipun berlatarbelakang birokrat di Pemprov DKI.

Dengan jejaring selama ini Siliviana lebih punya peluang mendulang suara di kalangan PNS beserta jejaringnya ketimbang duet atasannya. Sylviana diharapkan bisa mendulang suara dari kaum perempuan.

Sedangkan sosok Ahok yang kontroversi, oleh sebagian masyarakat dinilai cukup lumayan tuk jadi unggulan. Meski makin hari Electibilitasnya menurun as the way of down.

Figur Djarot yang ‘adem ayem’ jika dimaksimalkan oleh PDIP bisa turut menyumbang suara dari basis massa Banteng.

Meski kita tahu arus bawah banteng tdk akan poll mengingat Jarot cman no dua akan berbeda kalo kadernya yg menjadi no satu, seperti pilkada lalu 2012.

Masyarakat Jakarta yang mayoritas kaum urban dan berpikiran pragmatis perlu menjadi perhatian penting bagi setiap paslon.

Dengan kata lain Final terjadi Ahok-Jarot vs Agus -Siliviana Murni. Dan kejutannya Warga Jakarta mempunyai Guburnur baru.

Tidak ada Gubernur yang terpilih dua kali pasca pilkada langsung di Jakarta.

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa