Kasus Vaksin Palsu = Bio Terorisme, Menteri Kesehatan Harus Mundur

images-76Oleh : Salamuddin Daeng (AEPI – Jakarta )

Kasus vaksin palsu yang baru baru ini terkuak, menunjukkan lemahnya tanggung-jawab Pemerintahan Jokowi terhadap masalah ketahanan dan kemamanan nasional (national security).

Vaksin palsu dapat dikategorikan sebagai tindakan bio terorism yang keji. Dan pemerintah tidak melakukan pengawasan dengan baik. Mungkin karena tidak mampu, mungkin juga melakukan pembiaran.

Kasus vaksin palsu adalah kegiatan bioterorism yang mebahayakan yang dibiarkan oleh aparatur pemerintahan Jokowi, khsusunya kementrian kesehatan, badan pengawasan obat dan makanan (BPOM).

“Bagaimana mungkin seseorang dibiarkan meracuni jutaan anak anak hanya untuk uang”. Ini adalah serangan nasional untuk menghancurkan generasi.!

Lembaga lemabaga terkait dalam pemerintahan Jokowi tidak bekerja, atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam menjaga masyarakat.

Menteri kesehatan Jokowi harus mundur sebagai bentuk pertanggung-jawaban atas masalah ini. Dia sama sekali tidak bekerja. Selama ini menteri kesehatan sibuk mengurusi rokok, setiap hari bicara rokok dan lupa akan tugas pokok dan fungsinya.

Ini baru satu kasus yang terungkap. Publik bertanya bagaimana bisa ini terjadi? Jangan jangan ini melibatkan sindikat yang besar di kementrian kesehatan dengan perusahaan perusahaan farmasi yang selama ini menjadi sekutu Kementrian Kesehatan. Sehingga mengubah kementrian kesehatan menjadi “Toko Obat”.

Pemerintah juga harus mengumumknan secara resmi vaksin palsu ini, apa kandungannya ? apakah kandungan itu berbahaya atau tidak ? apa resikonya bagi anak anak yang sudah terpapar oleh virus ini.

“Sekarang ini kita tidak tau apa yang dimasukkan ke dalam tubuh anak anak Indonesia, apakah virus atau bakteri macam apa  yang terkandung dalam vaksin tersebut ? apakah palsu, apakah senjata biologi,  apakah bakteri yang mebahayakan…karena pemerintah selama ini ternyata tidak berperan”.

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa