Kasus Hermansya adalah Kasus Besar. Polisi Jangan Berhenti Atas Pengakuan

IMG-20170713-WA0002Klikaktifis.com – Musa Marasabessy menilai adanya Penangkapan Dua Orang yang diduga pelaku penyerangan Hermansya harus membuat kepolisian tidak berhenti pada Pengakuan Sementara Dari Pelaku Ini. Lebih dari itu, kepolisian mesti mengejar siapa otak di balik penyerangan Hermansya.

Komandan Bang Japar (Kebangkitan Jawara Dan Pengacara) Jakarta Timur Ini menuturkan kasus Hermansya ini jelas bukan perkara pidana biasa.

Sebab, Hermansya adalah Ahli IT Dan Calon Saksi Ahli Kasus Habib Rizieq Syihab. Kang Hermansya pun Perna Berbicara Di acara ILC Mengenai Tuduhan Kepada Habib Rizieq Adalah Palsu.Karena Chat Antara Habib Rizieq Dan Firza Bisa Dibuat Oleh Siapa Pun.

“Nah, kemungkinannya, dugaannya, ini tidak dilakukan oleh pelaku Dengan Hanya Karena Bersenggolan Di Jalan tol, pasti ada Cerita Besar Dibalik Peristiwa Ini.Kami yakin Ada orang di belakang Peristiwa Besar Ini, yang menyuruh itu. Orang di belakang Para Pelaku ini yang harus dikejar juga,” kata Putra Maluku Ini, Kamis (13/7).

Menurut Marasabessy, orang yang Terlihat pada Media itu kemungkinan besar adalah pelaku di lapangan atau yang mengeksekusi Hermansya. Dia berpendapat Dua orang Yang Mengaku Pelaku belum Tentu pihak yang menjadi otak penyerangan.

“Dua Orang itu baru pelaku lapangan, otak di belakang itu kan belum tahu siapa,” kata dia.

Musa mengakui, sulit memang untuk dapat menemukan pelaku yang menjadi otak penyerangan Hermansya. Sebab, dia menduga, di balik penyerangan Hermansya ini ada pihak yang memiliki kekuatan atau kewenangan besar. Karena itu, perlu kekuatan politik dari presiden untuk mengungkapnya.

“Pelaku kriminal itu enggak banyak. Apalagi yang profesional. Hanya ini kan ada hambatan tertentu. Pelakunya punya kekuatan, kewenangan yang tinggi, sehingga tidak bisa didobrak oleh penyidik biasa,” ujar Musa.****

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa