Kapolri Hibur Pengungsi Korban Erupsi Sinabung Dengan Goyang Maumere

Klikaktifis.com – Kapolri Jenderal Pol. Muhammad Tito Karnavian, Kamis (24/8) hari ini, menghadiri kegiatan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan Polri bagi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung serta masyarakat yang terkena dampak erupsi, di Lapangan Samura Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Dalam kunjungan ini, Tito Karnavian didampingi istrinya, Ir. Tri Suswati, Kapolda Sumut Irjen. Paulus Waterpauw, dan beberapa pejabat Mabes Polri antara lain Wakaba intelkam Irjen Drs Lucky Hermawan, Kakorlantas Irjen Royke Lumowa, Kadiv Propam Irjen Martuani Sormin, Karo Penmas Brigjen Rikwanto, dan Wadir Penmas Baharkam Kombes Ricky Francois Wakanno.

Kepada para pengungsi, Kapolri memberikan bantuan berupa paket berisi beras, gula pasir, mi instan, handuk, dan selimut.

Sedangkan bakti kesehatan Polri antara lain memberikan pelayanan pengobatan umum, pengobatan gigi, UKGS, kesehatan anak, pemeriksaan jiwa dan psikologi, bedah minor, donor darah, pemeriksaan THT, pemeriksaan laboratorium dan golongan darah, serta skrining mata.

Para pengungsi serta masyarakat Kabupaten Karo sudah memadati Lapangan Samura Kabanjahe sejak pukul 07.00 pagi, dan antusias mengantri untuk memperoleh layanan pengobatan gratis ini, yang melibatkan 60 dokter spesialis dari Pusdokkes Polri, serta didukung lebih dari 100 paramedis dan staf.

Dalam acara tersebut, Kapolri dan Ny. Tri Suswati Karnavian selaku Ketua Umum Bhayangkari, juga menghibur masyarakat untuk melupakan trauma akibat bencana erupsi gunung sinabung.

Kapolri dan istrinya, Kapolda Sumut, para pejabat Mabes Polri, Bupati Tanah Karo, serta anggota Bhayangkari yang hadir, menari maumere bersama-sama dengan para korban erupsi Gunung Sinabung.

Harus Mampu Survive

Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengatakan bahwa tujuan utama bakti sosial dan bakti kesehatan Polri ini adalah memberikan pesan simbolis kedekatan jajaran Polri dan masyarakat.

tito-sinabung1

Ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat agar situasi kamtibmas kondusif dan tertib.

Tito juga memuji masyarakat Kabupaten Karo yang memiliki ciri peradaban tinggi, karena selalu mengawali dengan salam.

“Karo, Sumatera Utara, selalu didahului dengan kata salam, horas, mejuah juah, dan belakangnya bujur melala (terima kasih). Ini menunjukkan masyarakat dengan peradaban tinggi,” kata Tito.

Kapolri mengatakan, bantuan dari kepolisian ini hanya sekadar membantu agar warga yang terkena bencana tidak mengalami kesulitan. Namun hendaknya bantuan yang diberikan ini tidak selalu menjadi pengharapan bagi masyarakat setempat.

“Masyarakat harus mampu survive tanpa mengantungkan diri kepada pihak lain, selayaknya masyarakat Jepang yang mampu hidup diatas kakinya sendiri walaupun berulang kali terkena bencana alam gempa bumi,” kata Kapolri.

Source : sayangi.com

 

 

Post Comment

Kawal Kedaulatan Bangsa